< >

Peserta Ujian Kesetaraan 2006 Lebih Bervariasi

Sabtu, 02 September 2006 18:08
Kapanlagi.com - Peserta Ujian Kesetaraan paket A, B dan C tahap II tahun 2006 lebih bervariasi karena tidak hanya diikuti siswa putus sekolah dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) namun juga diminati peserta jalur pendidikan formal yang gagal ujian nasional serta siswa home schooling.

"Peserta pada tahap II memang lebih bervariasi. Terutama peserta ujian paket C sebanyak 65% diikuti siswa yang gagal UN tahun 2006," kata Direktur Pendidikan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas, Ella Yulaelawati di sela peninjauan pelaksanaan Ujian Kesetaraan Paket A (SD) dan B (SMP) di Jakarta, Sabtu.

Disamping itu, ujian paket A, B dan C tahun 2006 ini juga diminati peserta dari komunitas "home schooling" atau siswa belajar mandiri, katanya.

"Komunitas ini terdiri dari siswa-siswi yang memilih untuk belajar sendiri di rumah melalui bimbingan orangtua dan tenaga pengajar yang didatangkan ke rumah. Jumlahnya dari tahun ke tahun cukup besar meski belum ada data akurat," katanya.

Selain itu, ujar Ella, peserta ujian kesetaraan juga berasal dari siswa-siswi yang bersekolah di luar negeri namun tidak sempat menyelesaikan pendidikannya karena harus mengikuti orangtua kembali ke Indonesia.

Ia mencontohkan, sejumlah peserta ujian paket A (setara SD) yang mengikuti pelajaran di PKBM Duta Bangsa Cengkareng Jakarta Barat adalah siswa siswi yang sudah mengikuti pendidikan dasar di luar negeri seperti Singapura dan China namun belum tamat karena mengikuti orangtua kembali ke Indonesia.

Ella mengatakan, pendidikan non formal melalui jalur paket A, B dan C secara bertahap mulai dikenal dan diminati masyarakat karena berbagai pertimbangan salah satu diantaranya keinginan siswa untuk menekuni suatu bidang keahlian tertentu tanpa harus terikat oleh jam pelajaran di sekolah.

"Pendidikan kesetaraan mampu mengakomodir keinginan sebagian masyarakat yang ingin mandiri mengelola kehidupannya. Untuk itu, secara bertahap Ditjen Pendidikan Luar Sekolah juga akan melakukan reformasi dalam pendidikan kesetaraan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas," katanya.

Meningkat

Ujian Nasional (UN) Kesetaraan Paket C yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia sejak 28 Agustus hingga 2 September 2006 diikuti 464.147 peserta.

Peserta UN Kesetaraan tahap II terdiri dari Paket A 17.481 orang, Paket B 245.698 peserta, Paket C 200.968 peserta sehingga total peserta ujian tahap I dan II tahun 2006 sebanyak 745.127 peserta.

Jumlah peserta UN Kesetaraan 2006 meningkat pesat dibandingkan Mei-November 2005 sebanyak 224.901 orang, kenaikannya 231,3%.

Provinsi dengan jumlah peserta terbesar pada periode kedua Jawa Tengah (80.627), Jawa Timur (44.850, Jawa Barat (33.055), Nusa Tenggara Timur (30.137), Kalimantan Barat (23.125), dan Sumatra Utara (21.020).

Peserta DKI untuk Paket A (252), Paket B (1.807), Paket C (8.720). Jumlah total sebanyak 10.779 peserta. Tingkat kelulusan UN untuk Mei-Juni 2006 secara nasional kecuali DIY dan Kabupaten Klaten untuk Paket A sebesar 84,28%, Paket B sebesar 88,3%, Paket C IPS sebesar 75,26% dan Paket C IPA sebesar 65,57%. (*/rit)