< >

Jateng Bantu Tingkatkan Ekspor Kerajinan Bali

Sabtu, 09 September 2006 12:22
Kapanlagi.com - Petani Jawa Tengah membantu pengadaan batu padas jenis putih untuk bahan baku kerajinan bernilai seni ke pasaran ekspor, mengingat pesanan yang semakin mengalir dari luar negeri.

"Tanpa bantuan dari Jawa tengah, Bali kewalahan mengingat kondisi penggalian batu padas di daerah ini terutama di Kabupaten Gianyar semakin kritis," tutur Ketut Mardika pematung asal Gianyar, di Gianyar, Sabtu.

Para pematung Bali mendatangkan batu padas putih dari Jawa Tengah untuk bahan baku patung jenis kontemporer maupun dinding berukir khas Bali untuk mata dagangan ekspor terutama ke negara Uni Eropa dan AS.

Patung batu padas putih yang terpajang di sepanjang perkampungan Silakarang pusat kerajinan patung batu padas di Bali dan di kawasan wisata Batu Bulan, Gianyar hampir seluruhnya untuk memenuhi permintaan konsumen luar negeri.

Maka tidak mengherankan kalau realisasi perdagangan antarnegara aneka barang kerajinan berbahan baku batu padas tetap melaju, walaupun aneka kerajinan buatan seniman Bali lainnya melorot dikapalkan ke luar negeri.

Sesuai catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali menyebutkan, perolehan devisa dari hasil perdagangan aneka kerajinan berbahan baku batu padas Januari-Juni 2006 sebesar 6,8 juta dolar AS, angka yang belum pernah dicapai selama ini.

Perolehan devisa sebanyak itu mengalami kenaikan hingga 38 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2005 yang hanya 4,9 juta dolar, padahal barang kerajinan lainnya melorot seperti patung kayu, keramik, mebel dan sebagainya.

Manusia purba

Wayan Sunarta, pematung lainnya menyebutkan bahwa patung setengah badan berbentuk manusia purba dengan muka lucu banyak dipesan konsumen AS, sedangkan jenis burung, binatang seperti kodok, buaya banyak dikapalkan ke Uni Eropa.

"Patung batu padas warna putih hampir sepenuhnya untuk ekspor dan antarpulau, tetapi masih jarang diminati penduduk setempat," kata dia sambil menyebutkan bahwa patung batu padas dibeli masyarakat setempat umumnya untuk di tempat ibadah.

Lain halnya konsumen luar negeri, membeli patung berbahan baku batu padas berukuran kecil, sepenuhnya untuk hiasan di kamar tamu dan ruang kerja atau taman yang diisi kolam sehingga kelihatan serasi dengan lingkungannya.

Disebutkan, perajin membuat patung berbahan baku batu padas umumnya sesuai pesanan rekan bisnisnya di luar negeri, namun banyak pula turis asing yang membeli saat liburan di Bali setelah mereka senang melihat di toko-toko seni yang ada. (*/rit)