Advertisement
 
Senin, 11 September 2006 23:23
'Dunia Tanpa Koma', Perkaya Tayangan 'Primetime' RCTI
Kapanlagi.com - RCTI kembali membuat gebrakan setelah dikenal sebagai stasiun televisi yang unggul di drama sinteron primetime. DUNIA TANPA KOMA (DTK) merupakan serial baru di panggung dunia hiburan dan sebuah terobosan baru yang bakal menambah deretan tayangan primetime RCTI.

Bila melihat sederet nama pemeran pendukung dalam serial ini, bukanlah sisi show-up yang dikedepankan, melainkan karena porsi peran dimainkan oleh mereka, sesuai karakter dan penghayatan peran yang mereka mainkan.

Selain itu, DTK merupakan cerita drama percintaan dengan bumbu thriller yang sangat kuat, yang belum pernah ada di televisi Indonesia.

Menurut Harsiwi Ahmad, Direktur Programming RCTI, "DTK merupakan drama serial terobosan baru yang belum pernah ada di stasiun TV yang lain, drama serial yang bertaburkan 40 bintang papan atas dan pemain-pemain yang belum pernah main di sinetron juga, seperti Dian Sastrowardoyo," ujarnya.

"Diharapkan DTK dapat menjadi salah satu program pioneer RCTI di hati pemirsa dan penyajian hiburan yang tanpa titik tanpa koma," tambahnya.

DTK merupakan drama serial televisi yang diproduksi berdasarkan satu cerita yang biasa disebut dengan satu season. Season pertama untuk serial TV DTK diproduksi sebanyak 14 episode selama tujuh bulan.

Episode itu terdiri dari: Hari-hari Pertama, Langkah Awal, Red Bar, Raya dan Yoan, Sidik Jarimu Di Sekujur Tubuhku, All The Right Move, Closure, Sonny Krisnantara, His World Against Her World, Setangkai Nista Untuk Mutiara, Jendra Aditya, Hakim Daus, Marita, Sebuah Dunia Bernama Raya. (iin/bun)




Komentar Pembaca:

Saya baru pertama ini mungkin nonton para bintang tampil dalam satu film drama, maklum saya nontonnya baru2 ini, agak terlambat karena kebetulan tidak tinggal di Indonesia...

Ada beberapa kritikan yang ingin saya sampaikan:
1. Film ini menampakkan seakan-akan America sentris, terlalu memuji NY and selalu nyebut2 9/11 (kebetulan saya pas nontonnya seri ke tiga). padahal seharusnya kita harus menanamkan rasa bangga sama tanah air, dan kalau bisa meski menyebut2 NY, yang ditampakkan adalah kita lebih baik dari mereka...

2. Film ini menyebut2 Washington University. Saya tidak tahu apakah yang dimaksud University of Washington yang ada di Seatle atau bukan, karena yang saya tahu seperti itu ejaan dan terkenalnya, bukan Washington University..

Demikian sedikit komentar dari saya... Sukses saya ucapkan buat film ini...

Fosi Frenzy,
Fouder of Fosism (http://fosi.bigbig.com)

Fosi Frenzy (03-10-2007 08:57:38)
Lihat Profil: Dian Sastrowardoyo
Lihat Foto Galeri Dian Sastrowardoyo:
Lihat Arsip Foto Dian Sastrowardoyo:






 

©2003-2007 KapanLagi.com