< >

Rafidah Lakukan Misi Dagang ke Thailand dan Laos

Selasa, 12 September 2006 08:05
Kapanlagi.com - Sekitar 700 pengusaha diperkirakan menghadiri Seminar Kesempatan Berbisnis Malaysia-Thailand di Bangkok 18 September mendatang yang diselenggarakan bertepatan dengan misi dagang yang dilakukan Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia, Datuk Seri Rafidah Aziz.

Para pejabat dan pengusaha Malaysia di Bangkok mengatakan bahwa seminar tersebut akan memberikan kesempatan penting bagi sektor swasta Thailand untuk mendengarkan secara langsung dari menteri seputar perkembangan terakhir di Malaysia, termasuk kesempatan perdagangan, investasi dan jasa di negara itu.

Seminar tersebut, yang diadakan di Hotel Imperial Queen`s Park, juga akan memberikan berbagai gagasan kerjasama di berbagai bidang potensial kepada masyarakat bisnis dan usaha patungan antara perusahaan-perusahaan Malaysia dan Thailand.

Selanjutnya, mereka dapat menyampaikan atau mengklarifikasi berbagai masalah yang terkait dengan inisiatif perdagangan bebas regional dan bilateral yang sudah dilakukan Malaysia, serta informasi mengenai Rencana Pembangunan Malaysia ke-9 yang diumumkan baru-baru ini oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad badawi.

"Fakta menunjukkan bahwa Datuk Seri Rafidah telah datang ke sini hampir setiap tahun yang menunjukkan bagaimana pentingnya hubungan perdagangan dan investasi antara ke dua negara. Ke dua diantara ekonomi terbesar kawasan tersebut dan kemitraan yang dekat adalah sangat penting," kata seorang pengusaha Malaysia yang berbasis di Bangkok.

Bangkok sebagai persinggahan misi investasi dan perdagangan Rafidah ke Laos dan Thailand yang akan dimulai Rabu (13/9).

Selama berada di Thailand, Rafidah akan bersama-sama dengan sebuah delegasi yang terdiri atas para pemimpin perusahaan dan industri Malaysia dari berbagai sektor untuk menjaring dan berdiskusi dengan para pengusaha Thailand.

Mereka adalah terutama dari kalangan otomotif, kelistrikan dan elektronik, teknologi perawatan air, program pendidikan, tekstil, produk-produk konsumen, pariwisata, peralatan kesehatan, keuangan serta pebankan.

Malaysia merupakan mitra dagang global terbesar keempat Thailand, sedangkan dalam ASEAN, Malayisa di peringkat mitra dagang terbesar Thailand, tertinggi dalam impor dan ke dua dalam ekspor.

Dalam enam bulan pertama 2006, perdagangan antara ke dua negara mencapai 7,2 miliar dolar AS.

Nilai perdagangan Malaysia dan Thailand tahun lalu mencapai 13,83 miliar dolar atau 6,04 persen dari total perdagangan global Thailand, menunjukkan kenaikan 17,2 persen di banding 2004 sebesar 11,8 miliar dolar.

Ekspor utama ke Thailand adalah peoduk-produk elektronik dan listrik, minyak saawit, kimia dan produk-produk kimia, mesin, peralatan dan suku cadang mesin serta produk-produk besi dan baja.

Thailand menawarkan kesempatan ekspor kepada perusahaan-perusahaan Malaysia di berbagai bidang seperti baja dana produk-produk baja, mesin, suku cadang dan peralatana mesin, kimia, komputer dan komponennya, produk-produk minyak, tekstil, bahan baku pakaian, pupuk, suku cadang otomotif, bahan bangungan dan kayu.

Malaysia merupakan investor luar negeri terbesar keenam di Thailand dengan total investasi mencapai 510,15 juta dolar AS pada 2005, hampir dua kali lipat di banding 2004 sebesar 298,43 juta dolar AS.

Demikian juga investasi para pengusaha Thailand di Malaysia mengalami kenaikan tiga kali lipat mencapai 37,44 juta dolar AS pada 2005 di banding 2004 sebesar 9,7 juta dolar AS.

Di antara para investor utama dari Malaysia adalah Appico Hitech PCL, Ingress Autoventures Co.Ltd., Trans Thai-Malaysia (Thailand) Ltd., Petronas Marketing (Thailand) Co.Ltd., Bina Puri and Pastiya. (*/rit)