"Meski kita telah enam bulan berhubungan, hanya cinta yang bisa mempersatukan kita," katanya pendek saat ditemui di Bandung, Minggu (10/9) kemarin. Akad nikah berlangsung di kediaman Fera di kawasan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat. Fathir sendiri menyerahkan mahar berupa uang tunai Rp 100.906 dan perhiasan sebarat 29,220 gram.
Selain itu adik Bucek Deep ini juga membawa seserahan berupa padi, kelapa, dan roti buaya. Menurut Fathir, padi dan kelapa mengambil filosofi dari Dewi Sri yang menyimbolkan kemakmuran dan kesejahteraan. "Artinya bahwa saya tidak mau membuat Fera susah," ujar pria pecinta olahraga paralayang ini. Sedang roti buaya menurut Fathir menggambarkan kesetiaan dan keberanian.
Fathir memang menginginkan pernikahan sekali dalam hidupnya. Apalagi setelah tahu susahnya dalam mengucap ijab kabul. Fathir terpaksa harus mengulang ijab kabul karena keseleo dalam berucap. "Mending menghadapi ombak 10 meter dari pada ijab kabul lagi," kata lelaki yang suka berselancar ini. (kl/fia)












