Di antara mereka yang termasuk dalam daftar cegah-tangkal adalah pelaku kegiatan antiglobalisasi yang mengganggu pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan kegiatan internasional lain di Seattle (1999), Genoa (2001) dan di Cancun (2003), kata Kepala Staf Kepolisian Singapura Soh Wai Wah, seperti dipublikasikan Channel News Asia, Selasa.
Tanpa menyebut nama perorangan dan organisasi yang dimaksud, Soh mengatakan seorang di antara yang dilarang masuk ke Singapura adalah yang memasuki kantor pusat WB dan mencuri dokumen rahasia sedang yang lain terlibat dalam pengambilan konsulat di San Fransisco.
Meski individu-individu itu telah diakreditasi IMF/World Bank, menurut Soh, Pemerintah Singapura tetap yang memutuskan apakah mereka dibolehkan masuk atau tidak.
"WB membuat keputusan mengenai siapa yang diakreditasi. Pemerintah Singapura membuat keputusan mengenai siapa yang diizinkan masuk ke negeri ini," kata Soh.
Kepolisian Singapura berusaha menghubungi orang-orang yang dicegah tangkal melalui WB atau kedutaan mereka, sementara Pemerintah Singapura bersama IMF dan WB terus berdiskusi walaupun dua lembaga internasional itu tidak menyetujui semua kebijakan Singapura. (*/rit)