Marat Safin dan Mikhail Youzhny mengalahkan AS 2-0 pada pertandingan pembuka semifinal Jumat dan tim negara adidaya itu akan tersingkir bila kalah satu pertandingan berikutnya.
Safin mengatasi kriris rasa percaya dirinya dan menahan rasa groginya sampai akhirnya mampu memberi angka pertama bagi Rusia setelah menang 6-4, 6-3, 7-6 (7-5) atas Andy Roddick.
Youzhny, salah satu pemain negaranya yang maju ke semifinal AS Terbuka awal bulan ini, membuat angka menjadi 2-0 dengan kemenangan 7-5, 1-6, 6-1, 7-5 atas James Blake, pemain lain yang kehilangan kelihaiannya pada pertandingan di tanah liat itu.
Pertandingan lain di lapangan tanah liat di Argentina tampaknya sudah kurang ketat, ketika David Nalbandian membuahkan angka pertama bagi negaranya setelah mengalahkan pemain tuan rumah Mark Philippoussis 6-4, 6-3, 6-3.
Namun perjuangan Lleyton Hewitt masih akan memberi harapan untuk menyamakan angka ketika ia melawan Jose Acasuso dengan angka 1-6, 6-4, 4-6, 6-2, 4-0, yang tertunda karena hujan.
Mantan petenis nomor satu dunia itu sedang mendapat advantage atas servis yang dilayangkan petenis Argentina, ketika pertandingan diahentikan.
Tim tuan rumah memimpin dua game dari keunggulan 2-0 mereka.
Seperti diperhitungkannya semula, Nalbandian memenuhi janjinya ketika ia menghentikan Philippoussis dalam pertandingan yang berlangsung kurang dari dua jam.
"Pertandingan hebat. Sambutan penonton amat mengesankan, stadion penuh sesak," kata Nalbandian, yang membuahkan kemenangan di depan 14.000 penonton di Parque Roca.
"Saya bahkan tidak merasa lelah, Ini amat bagus bagi saya untuk mendukung permainan di pantai ganda," katanya.
Di Moscow, Rusia menekan Amerikan dan petenis peringkat ke-72 dunia Safin membuahkan kemenangan dalam membela negaranya.
"Saya grogi dan membiarkan Andy mendekat," kata pemenang yang mendapat lima poin pada tie-breaker set ketiga dan mengakhiri permainan dengan raihan 14 ace.
"Setelah itu, sebaliknya malah saya yang mendekat ke net," katanya.
Kekalahan Roddick merupakan yang kedelapan dalam turnamen Piala Davis sedangkan Safin menambah rekornya menjadi 25 kali menang.
Petenis optimistis Amerika itu harus memenangi pertandingan tunggal Minggu dan bersama rekannya mereka harus memenangi sisa tiga pertandingan lagi bila ingin melaju ke putaran selanjutnya.
"Satu yang paling bagus dari Piala Davis, adalah kita mendapat kesempatan kedua," kata Roddick, "Dan tentu saja saya berharap dapat kesempatan untuk memenangi pertandingan berikutnya."
Safin mengatakan dalam pertandingan di lapangan tanah liat ia merasakan segala sesuatunya jadi berbeda baginya.
"Kami sudah tahu sama tahu dan (Roddick) kurang percaya diri di lapangan tanah liat," katanya, "Ttapi ia akan berbeda bila bermain di lapangan keras."
Rusia, dalam turnamen Piala Davis, kalah dalam dua pertemuan sebelumnya dengan AS dan meraih gelar Piala Davis pertama kali pada 1995 di Moskow saat turnamen itu dimainkan di lapangan terbuka tanah liat, dipimpin Pete Sampras. (*/cax)