< >

Pemerintah Sediakan 2 Miliar Untuk Program Rumput Laut NTB

Minggu, 24 September 2006 14:40
Kapanlagi.com - Kepala Dinas Perikanan Nusa Tenggara Barat (NTB), Ir. H. Lalu Wardi mengatakan, pemerintah pusat pada tahun 2006 menyediakan dana sebesar Rp2 miliar untuk program terpadu ujicoba pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Lombok Barat yang melibatkan 170 petani nelayan.

"Kabupaten Lombok Barat merupakan daerah pertama di NTB yang mendapat bantuan dana untuk pengembangan budidaya rumput laut," katanya di Mataram, Minggu. Pemberian dana tersebut disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI), jika program itu berhasil akan dikembangkan, lebih lanjut ke berbagai kabupaten lain di NTB.

Bantuan pemerintah pusat bagi petani rumput laut dimaksudkan sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan nelayan. Dalam meningkatkan pendapatan nelayan, pemerintah melakukan berbagai upaya selain memberikan bantuan dana juga pelatihan, sehingga nelayan tidak hanya terfokus kepada satu usaha penangkapan ikan, tetapi bisa melakukan budidaya.

NTB memiliki areal pengembangan budidaya rumput laut seluas 22.270 hektar tersebar di seluruh kabupaten dan terbesar di Keruak dan Tanjung Luar, Kabupaten Lombok Timur. Rumput laut merupakan salah satu komoditi andalan ekspor NTB ke mancanegara seperti Hongkong dan Singapura, digunakan sebagai bahan baku kosmetika dan membuat kue agar-agar.

"Sementara itu, bagi masyarakat Lombok rumput laut dapat dijadikan sayur dan urap untuk dimakan serta dijual diberbagai pasar tradisional seperti Pasar Selong, Lombok Timur, Praya, Lombok Tengah dan Sweta," katanya.

Dia mengakui, kualitas produksi rumput laut masyarakat nelayan didaerah ini relatif masih rendah, sehingga kalah bersaing di pasaran luar negeri.

"Rumpat laut NTB kualitasnya rendah antara lain disebabkan karena dipanen terlalu cepat dan dijemur dipinggir pantai atau dipasir," katanya Menurut ketentuan, rumput laut seharusnya dipanen pada usia 45 hari, namun terkadang petani nelayan tidak sabaran sehingga melakukan panen pada usia 35 hari.

"Ketika baru dipanen hampir tidak terjadi perbedaan antara rumput laut yang dipanen pada usia 45 hari dengan 35 hari, namun setelah dijemur maka kelihatan perbedaan yang mencolok," katanya. (*/erl)