< >

Akhir Sebuah Era Bagi Tenis Australia

Senin, 25 September 2006 17:07
Kapanlagi.com - Australia yang pernah menjadi kekuatan andalan dalam tenis, menghadapi tahun kelabu dalam Piala Davis setelah kalah telak 5-0 dari Argentina, tulis media Australia Senin.

Argentina lolos pertama kali ke final Piala Davis dalam 25 tahun dengan menggunduli 28 kali pemenang piala itu di lapangan tanah liat Buenos Aires akhir pekan lalu.

"Tenis Australia jatuh ke sisi gelap setelah dalam semifinal Piala Davis kalah dari Argentina di Buenos Aires yang merupakan isyarat berakhirnya sebuah era," tulis koran The Australian Senin.

Dengan tampilnya Argentina kedua kalinya dalam final Piala Davis setelah 1981, ketika negara Amerika Selatan itu kalah dari Amerika Serikat 3-1, suratkabar itu mempertanyakan apakah diperlukan waktu yang lama bagi Australia untuk kembali ke final.

"Saya pikir itu bukan merupakan kejutan bagi seseorang yang tahu bahwa kita menghadapi beberapa masalah," kata kapten John Fitzgerald kepada koran itu tentang nasib pemain Piala Davis berikutnya.

"Itu bukan proses jangka pendek," kata Fitzgerald. "Itu tak bisa dihitung dengan jari. Itu akan memerlukan beberapa tahun."

The Australian menyebutkan, selama dua dekade antara berakhirnya karir John Newcombe dan munculnya Pat Rafter, dikatakan Australia sudah beralih dari negara juara ke perempatfinalis.

"Untuk menduga masa depan, dengan kemungkinan pengecualian Hewitt, rakyat Australia akan harus menerima statusnya sebagai perempatfinalis," tulis koran itu.

The Daily Telegraph menyebutkan, terdapat kekhawatiran terhadap masa depan tim Australia.

"Hewitt siap terbang ke Sydney untuk perawatan lutut kanannya. Dia dikabarkan perlu sekurangnya istirahat lima pekan untuk pemulihan," tulis koran itu.

Kantor berita nasional AAP menyebutkan, kekalahan itu mungkin merupakan isyarat berakhirnya sebuah era bagi tenis Australia.

"Dengan Hewitt satu-satunya petenis Australia dalam 100 besar dunia dan masa depan dari Arthurs yang berusia 35 tahun, pemain tertua dalam ATP Tour dan Philippoussis, yang akan berusia 30 tahun dalam enam pekan, kekalahan itu mungkin merupakan isyarat berakhirnya era emas bagi Australia dalam Piala Davis," tulis AAP.

Hewitt, Philippoussis, Pat Rafter, Arthurs dan Woodies - Todd Woodbridge dan Mark Woodforde - telah membantu Australia mencapai empat final, semi-final dan perempat-final untuk merebut dua tropi dalam delapan tahun terakhir. (*/cax)