Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Antar Klub Asia Tenggara 2007

Kapanlagi.com - Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan basket antar-klub putra dan putri se-Asia Tenggara (SEABA) yang diselenggarakan pada Mei 2007 mendatang.

"Indonesia diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah kejuaraan antar klub putra dan putri pada awal atau pertengahan Mei 2007, sementara kejuaraan antar tim nasional putra dan putri akan diselenggarakan di Kuala Lumpur pada Juni," kata Erick Thohir, Presiden Asosiasi Basket Asia Tenggara (SEABA) di sekretariat PB Perbasi di Jakarta, Rabu.

Menurut Erick yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) itu, kegiatan domestik seperti Kompetisi Basket Utama Wanita (Kobanita) dan Indonesia Basketball League (IBL), harus lowong sepanjang Mei dan Juni agar Indonesia bisa mempersiapkan diri secara lebih maksimal.

"Kejuaraan antar klub bagian putra membolehkan maksimal dua pemain asing, sementara dibagian putri, diusulkan agar hanya diperkuat satu pemain asing," katanya.

Kejuaraan antar tim nasional dan antar klub tersebut merupakan bagian dari kalender kegiatan SEABA yang mengacu kepada kalender Federasi Basket Asia (FIBA Asia), sehingga diusahakan agar tidak ada kegiatan yang tumpang tindih.

Kejuaraan antar-klub Asia dijadwalkan kemungkinan akan digelar di Taiwan, Hongkong atau Cina pada Juni, sementara kejuaraan tim nasional Asia akan digelar di Korea, Juli.

"Karena tim nasional basket Indonesia sudah memulai pelatnas sejak Januari lalu, maka kejuaraan-kejuaraan tersebut juga akan dimanfaatkan oleh PB Perbasi sebagai ujicoba menghadapi SEAG Games 2007 di Thailand.

Mengenai materi pemain untuk SEA Games 2007, menurut Erick, pihaknya akan mempertahankan susunan tim nasional yang sudah terbentuk pada 2005, sebagai kompensasi setelah mereka tidak jadi bertanding di SEA Games 2005 Manila karena cabang basket tidak pertandingkan menyusul perselisihan intern di tubuh organisasi basket Filipina.

"Tapi susunan pemain tersebut tentu tetap melihat pada kondisi mereka yang layak tampil. Pemain yang sudah memutuskan pensiun tentu tidak akan dipanggil masuk tim nasional, demikian juga dengan pelatih asing," kata Erick menambahkan. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com