< >

Alasan Kegagalan Tim Bulutangkis Indonesia Sulit Diterima Akal Sehat

Jum'at, 29 September 2006 21:50
Kapanlagi.com - Alasan kegagalan tim Indonesia di kejuaraan bulutangkis dunia, Madrid dengan menyebutkan kurang persiapan agak sulit diterima akal sehat, mengingat cabang ini merupakan cabang super prioritas dalam pembinaan di Indonesia.

"Pernyataan kurang siap menghadapi kejuaraan bulutangkis dunia dari sekjen PB PBSI, sehingga Indonesia gagal maju merupakan momok bagi induk organisasi itu sendiri yang selama ini selalu disanjung dan dipuja," kata Ketua Umum PB PHSI, Rajkumar Singh di Jakarta, Jumat (29/09).

Selain itu atlet bulutangkis sangat berbeda dengan atlet cabang olahraga lain yang banyak mengikuti turnamen internasional dengan memperebutkan hadiah uang jutaan dolar.

"Sebenarnya atlet bulutangkis Indonesia sudah tidak dapat dikatakan kurang siap karena mereka lebih profesional, pengurus saja yang mencari alasan untuk membela diri dari kegagalan ini," katanya.

Pada hal, cabang olahraga bulutangkis untuk mempersiapkan diri mengikuti Asian Games di Doha,Qatar, Desember mendatang telah mendapat anggaran yang cukup besar dibanding 17 cabang lainnya.

"Saya pernah baca di koran dana untuk PBSI itu mencapai Rp4 miliar," kata Rajkumar.

Dirinya bukan mencari kebenaran atas pernyataan Sekjen PB PBSI itu, tapi alangkah bijaknya kalau pernyataan itu disampaikan sesuai dengan fakta yang ada selama ini seperti kemungkinan atlet bulutangkis Indonesia terlalu dimanja.

Sehubungan dengan itu, ia menyarankan kepada KONI Pusat untuk melakukan evaluasi ulang tentang jumlah atlet bulutangkis yang akan diberangkatkan ke Doha, Qatar itu.

"Jangan sampai mubazir pengiriman atlet ke Doha nanti karena masih banyak cabang lain yang juga membutuhkan sentuhan pembinaan," katanya. (*/lpk)


BERITA TERKAIT