Pidato Bush di hadapan asosiasi pejabat militer tentang perang melawan terorisme itu adalah yang kesekian kali dilakukan Bush dalam beberapa waktu belakangan guna menjelaskan sikapnya untuk mengirim tentaranya berperang di Irak.
Keputusan Bush mengirim pasukan Amerika Serikat berperang di Irak menuai berbagai kecaman, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari partai oposisi.
Howard Dean, Ketua Komite Nasional Partai Demokrat, seperti dilansir jaringan televisi berita CNN, menyatakan keputusan Bush ikut berperang di Irak tidak berdasarkan atas kenyataan di lapangan. Dean menuding Bush selama ini melakukan kebohongan umum terhadap keadaan sebenarnya di Irak.
Namun, Bush membela diri dari tudingan partai oposisi, yang mengatakan perang melawan terorisme justru membuat warga Amerika Serikat rentan menjadi sasaran teroris. Bush mengatakan pernyataan itu adalah alat propaganda partai oposisi dan menambahkan bahwa ia tidak menciptakan terorisme dengan cara memerangi terorisme itu.
Dalam pidatonya tersebut, Bush juga menyinggung tentang Partai Demokrat, yang menggunakan bocoran dokumen badan intelejen National Intelligence Estimate, dan mengatakan partai oposisi itu mempengaruhi warga Amerika Serikat agar menentang perang Irak dan memperkuat kebijakan partai tersebut untuk menarik mundur pasukan Amerika Serikat dari Irak.
Dokumen bocor itu berisi hasil ulasan intelijen utama Amerika Serikat dari 16 mata-mata, yang menyimpulkan bahwa perang Irak adalah pemicu pertumbuhan gerakan jihad di seluruh dunia belakangan ini. (*/cax)