< >

Hampir Semua Pasukan Israel Ditarik dari Lebanon

Senin, 02 Oktober 2006 08:50
Kapanlagi.com - Pasukan Israel Senin telah meninggalkan wilayah Lebanon selatan kecuali di satu desa yang terletak diperbatasan, sebagai salah satu bagian yang ditetapkan dalam agenda serah terima dari pihak tentara Israel kepada pasukan Lebanon dan Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB, didalam kesepakatan gencatan senjata yang mengakhiri perang antara pihak Israel dengan para pejuang Hizbullah.

Melintasi wilayah perbatasan sebelum matahari terbit pasukan Israel tampak memenuhi wilayah di pintu perbatasan di Zarit tempat dimana pasukan pejuang Hizbullah menangkap dua orang anggota pasukan Israel pada 12 Juli lalu yang menjadi penyebab dan pencetus perang diantara kedua belah pihak.

"IDF ( militer Israel) telah menarik mundur pasukannya dari wilayah Lebanon selatan terkecuali dari wilayah disekitar desa Ghajar," kata mayor Jendral Alain Pellegrini komandan tertinggi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dalam pernyataan.

"Saya mengharapkan keseluruhan pasukan telah meninggalkan wilayah lebanon dalam pekan ini, sehingga menyelesaikan penarikan pasukan sesuai dengan resolusi (PBB) no 1701."

Warga desa di Lebanon selatan merasa gembira menyaksikan perginya pasukan Israel dari wilayah mereka dan sebagian meluapkan kegembiraan dengan mengadakan syukuran.

Sebagian besar mereka yang wilayahnya diduduki militer Israel segera melakukan perbaikan bahkan pembangunan kembali tempat tinggal dan fasilitas umum yang hancur akibat perbuatan pasukan Israel.

"Mereka memasang bendera Israel diatap rumah saya, dan ketika saya kembali saya langsung mencabutnya," kata Saleh Mohammad, 50, kepada Reuters di Marwaheen yang selama ini diduduki militer Israel.

Tak ada pemenang mutlak

Tak ada pemenang mutlak dari perang yang berlangsung selama 34 hari dimana 1.200 warga Lebanon yang sebagian besarnya adalah warga sipil meninggal dan 157 prajurit Israel tewas, walaupun sebagian besar melihat kemenangan jatuh kepihak Hizbullah.

Hizbullah menembakkan hampir 4 ribu roket ke wilayah Israel dan Israel menyerang tempat-tempat yang diperkirakan menjadi markas para pejuang Hizbullah di wilayah Beirut dan di beberapa desa di lebanon selatan.

Israel mengirim sebanyak 10 ribu anggota tentara ke Lebanon selatan sebelum kesepakatan gencatan senjata 14 agustus.

Pihak Tel Aviv menarik hampir sebagian besar pasukannya sebelum hari agama dalam kalender Jahudi "Yom Kippur" namun sejumlah kecil tentara Jahudi tetap berada di Lebanon selatan di wilayah perbatasan.

Ghajar adalah sebuah desa Arab yang terletak diwilayah Lebanon namun sebagian kecil desa itu masuk ke wilayah Israel, yang direbut dan diduduki Israel dari Suriah pada perang Timur Tengah 1967.

"Sampai adanya kejelasan dan kepastian antara UNIFIL dan militer Lebanon menyangkut masalah keamanan di desa tersebut (Ghajar) maka kami (militer Israel) akan tetap berada disana," kata juru bicara militer Israel .

Letnan Jendral Dan Halutz kepala staff Angkatan Bersenjata Israel mengingatkan dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio "Apabila pasukan Hizbullah memasuki wilayah perbatasan dan mencoba melakukan pembangunan infrastruktur disana maka kami akan segera bertindak."

Di Jalur Gaza, delapan orang meninggal dan sedikitnya 100 orang terluka saat terjadi adu senjata api pasukan antar faksi dan menyebabkan terhentinya pembicaraan persatuan antar faksi Palestina yang dipimpin oleh pemerintahan asal kelompok Hamas.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana menteri Ismail Haniyeh dari Hamas menyeru agar kerusuhan dan bentrok antar kelompok dan faksi dihentikan dan Abbas mengatakan mereka-mereka yang terlibat adu bentrok akan dikenai sanksi hukum.

Abbas kini mengalami ketegangan dan kesulitan dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin Palestina yang pemerintahannya dimenangkan oleh kelompok Hamas dalam pemilu Januari tahun ini, setelah mengalahkan kelompok Fatah, kelompok asal Abbas.

Perang di Lebanon telah mengalihkan perhatian sementara aksi militer Israel ke Jalur Gaza setelah seorang serdadu Israel masuk wilayah Palestina dan ditangkap pada 25 Juni lalu.

Halutz mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk melakukan peningkatan serangan militer ke Gaza dengan memperbanyak serangan di wilayah darat yang "berkesinambungan dan meluas".

Kekalahan dalam perang di Lebanon telah menyebabkan merosotnya dukungan terhadap pemerintah Perdana Menteri Ehud Olmert yang dianggap sebagai pihak yang gagal menundukkan kekuatan pejuang Hizbullah.

Mencoba menanggapi kritik dan kecaman yang diarahkan kepadanya Halutz mengatakan kepada salah satu stasiun radio Israel "hasil dari perang Lebanon memang kurang memuaskan."

Sebuah komite yang ditunjuk dan dibentuk telah memulai penyelidikan terhadap gagalnya Olmert, kabinet Israel dan militer dalam menghadapi konflik Lebanon.

Dalam kegelapan langit yang menyelimuti diwaktu subuh kendaraan lapis baja Israel bergerak lambat menuju wilayah negri mereka setelah melewati perbatasan yang diperlengkapi dengan kawat berduri yang beraliran listrik . Tentara Israel segera meraih telepon selular mereka mengabari keluarga kepulangan mereka.

Resolusi PBB nomor 1701 menetapkan penempatan 15 pasukan UNIFIL yang akan mendampingi pasukan Lebanon di wilayah selatan yang ditetapkan sebagai wilayah selatan sungai Litani sebagai zona demiliterisasi.

Sejauh ini pihak Hizbullah menolak seruan pihak Amerika Serikat dan negara-negara Barat untuk meletakkan senjata mereka. (*/cax)