Jajak pendapat tersebut yang disiarkan oleh stasiun televisi Globo beberapa menit setelah pemungutan suara ditutup memperlihatkan Lula meraih keunggulan 12% atas pesaing terdekatnya, mantan Gubernur Sao Paulo, Geraldo Aleckmin.
Lula memerlukan suara 50% untuk menang langsung dalam pemungutan suara Ahad dan menghindari pemungutan suara babak kedua.
Lula, mantan pemimpin serikat buruh (60) sangat populer di kalangan jutaan warga miskin Brazil, sementara Alckmin (53) didukung oleh golongan pengusaha, dan mendapat dukungan dari warganegara kelas menengah Brazil yang marah terhadap serangkaian skandal korupsi oleh pembantu dekat presiden.
Alckmin bersemangat saat ia memberi suara Ahad pagi, dan menyatakan "pemungutan suara memperlihatkan akan ada babak kedua". "Semua itu memperlihatkan pencalonan kami naik dan presiden mengalami penurunan."
Tetapi Lula, yang telah menjauhkan diri dari masa lalunya, tak terlalu peduli.
"Saya yakin kami akan menang dalam pemilihan umum hari ini," ia mengatakan setelah memberi suara di kota industri Sao Bernardo do Campo, kubu Partai Pekerja (PT), yang beraliran kiri, tepat di luar kota Sao Paulo.
Meskipun goyah, popularitasnya telah lolos dari serangkaian skandal yang merongrong pemerintahnya dan PT, sebagian karena program anti-kemiskinannya. Berdasarkan program tersebut, 11 juta keluarga yang berjuang hidup memperoleh sampai US$45 dolar dalam bentuk subsidi pemerintah.
Dan masyarakan pengusaha serta finansial tak lagi memandang Lula sebagai tokoh sayap-kiri yang berbahaya.
Sejak Lula memangku jabatan pada 2003, pemerintah telah mempertahankan kebijakan ekonomi ortodok dan memulihkan sektor keuangan masyarakat, sementara menaikkan gaji minimum pegawai.
Pemilihan umum itu diselenggarakan sementara Brazil mengalami kemerosotan ekonomi, meskipun Alckmin menyatakan pertumbuhan ekonomi, yang diproyeksikan 3% pada tahun fiskal ini, masih jauh dari sasarannya. (*/cax)