< >

Barroso di Darfur Serukan Fleksibilitas

Senin, 02 Oktober 2006 10:27
Kapanlagi.com - Delegasi Uni Eropa mengunjungi Darfur, Minggu, untuk menemukan satu formula guna mengakhiri konflik dan krisis kemanusiaan di Sudan barat yag dapat diterima Khartoum dan masyarakat internasional.

Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso dan kepala pembantunya Louis Michel telah menyelesaikan perjalanan selama dua hari ke Sudan dengan berhenti selama lima jam di Darfur Utara.

Upaya untuk memperoleh persetujan dari Presiden Sudan Omar Hassan al-Bashir bagi pengerahan pasukan militer PBB berkekuatan 20 ribu tentara di Darfur telah terhenti.

Bashir telah menolak memperbolehkan tentara itu ke Darfur dan penolakannya telah meningkatkan ketegangan dengan para diplomat yang mensahkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang minta satu pasukan PBB untuk menggantikan tentara Uni Afrika yang didanai dan diperlengkapi dengan buruk.

"PBB harus hadir di sini dengan cara yang lebih efektif," kata Barroso pada wartawan dalam penerbangan melintasi negara terbesar Afrika itu ke Darfur, tempat konflik yang dimulai pada 2003 telah menewaskan sekitar 200 ribu orang dan mengusir jutaan orang dari rumah mereka.

Negara-negara Barat bersikeras Khartoum harus mempertimbangkan kembali keberatannya. Menlu AS Condoleeza Rice mengatakan awal pekan ini bahwa Sudan harus menerima misi PBB atau menghadapi konfrontasi dengan masyarakat internasional.

Barroso mengatakan negara-negara Barat harus menghadapi kenyataan bahwa Sudan menolak pasukan PBB dan bahwa penting untuk menemukan formula yang dapat bekerja sebelum misi AU berakhir pada 31 Desember.

"Tujuan saya adalah tidak untuk membicarakan formula itu, itu instrumen, tujuan kami adalah perdamaian," katanya.

Kuda Trojan

Bashir menegaskan lagi penentangannya pada pasukan PBB, Sabtu malam, ketika membicarakan mengenai agenda tesembunyi dan seekor kuda Trojan Amerika, seorang anggota delegasi komisi Eropa itu mengatakan.

Namun Barroso mengatakan ia yakin Bashir mengerti situasi sekarang ini tidak dapat dipertahankan dan potensial kehilangan kedudukan internasional Khartoum jika Sudan terus menolak.

"Bukan kepentingan Sudan untuk kembali ke situasi pengucilan penuh," kata Barroso.

Delegasi EU di El Fashir bergerak dengan cepat dari satu pertemuan ke pertemuannya lainnya di mobil AU di sepanjang jalan berpasir dan tidak rata di ibukota Darfur Utara.

Barroso, Michel dan pejabat lainnya bertemu dengan gubernur setempat dan pejabat AU, dan mengunjungi sebuah pangkalan tempat trek dari Program Pangan Dunia PBB diperbaiki.

Para pekerja bantuan dan pengamat mengatakan kekerasan di Darfur memburuk sejak perjanjian damai ditandatangani Mei antara pemerintah dan salah satu kelompok pemberontak. Kekhawatiran keamanan telah mencegah delegasi EU mengunjungi sebuah kamp pengungsi.

Namun gubernur Darfur Utara Yousif Kabir mengatakan situasi telah meningkat dan bahwa tentara internasioal tidak diinginkan. "Mereka tidak akan disambut baik oleh tentara kami," katanya.

Pekerja bantuan Patrick Andrey dari Aksi Terhadap Kelaparan, mengatakan situasi kemanusiaan mengkhawatirkan dan mungkin akan memburuk khususnya di daerah pedesaan di wilayah itu.

"Masalah utamanya tahun ini mungkin akan berupa bahwa petani akan hampir tidak dapat mencapai tanah mereka karena keamanan," katanya.

EU Minggu mengumumkan 40 juta euro bantuan kemanusiaan, sebagian besar akan diberikan untuk bantuan makanan. Delegasi Barroso akan bertemu dengan para pejabat Uni Afrika di Addis Ababa, Senin. (*/cax)