Rakyat Australia Tak Percaya Perang Irak Telah Kurangi Ancaman Teror

Kapanlagi.com - Mayoritas besar rakyat Australia tak percaya perang di Irak telah mengurangi ancaman terorisme, demikian hasil survei dari kelompok pemikir kebijakan luar negeri Senin.

Jajakr pendapat oleh Lowy Institute mendapati 84% responden berpendapat perang pimpinan AS di Irak tak berpengaruh apa-apa untuk mengurangi ancaman terorisme dan 91% percaya perang tersebut telah merusak posisi Amerika Serikat di dunia Muslim.

Sebanyak dua-pertiga tak berpendapat perang itu, yang telah didukung kuat oleh pemerintah Australia dari sudut pandangnya, akan membawa kepada penyebaran demokrasi di Timur Tengah.

Sebanyak 85% responden mengatakan pengalaman Irak mesti membuat banyak negara lebih berhati-hati mengenai penggunaan kekuatan militer guna menangani negara merah.

Direktur Pelaksana lembaga Alan Gyngell mengatakan angket itu memperlihatkan terdapat "kesepakatan yang sangat kuat" dalam masyarakat Australia bahwa perang Irak tak berhasil.

"Benar-benar tak ada keraguan sekarang mengenai apa yang dipikirkan rakyat Australia," katanya kepada stasiun radio swasta.

"Perdebatan itu tampaknya mengenai alasan mengapa kita mengirim tentara ke Irak --yaitu, 84% tak setuju dengan pernyataan bahwa ancaman terorisme telah dikurangi oleh Irak," katanya.

Penyelenggara melakukan wawancara telefon dengan 1.007 warga Australia pada Juni dan Juli untuk jajak pendapat tersebut, yang memiliki margin kesalahan 3,1%.

Perdana Menteri John Howard mengaakan rakyat Australia tak perlu mempertimbangkan "penghentian dan lari" dari Irak, sekalipun mereka masih memiliki keraguan tentang keputusan pemerintahnya untuk melibatkan negeri itu ke dalam perang.

"Dapat terjadi perdebatan mengenai keputusan asli untuk datang ke Irak, tapi pemahaman umum memberitahu kami bahwa kami harus menghentikan pekerjaan tersebut, dan keluar sebelum Irak siap mengurus dirinya sendiri hanya akan memberikan kemenangan kepada pelaku teror dan kepada perjuangan pelaku teror di seluruh dunia," katanya dalam pidato mingguan yang disiarkan melalui radio.

"Demi kepentingan Australia lah pelaku teror gagal baik di Irak maupun di Afghanistan --itu lah pendapat yang dipegang oleh semua rakyat Australia," katanya.

Australia menyumbang sebanyak 2.000 prajurit bagi serbuan pimpinan AS 2003 ke Irak dan personil militer di darat sekarang berjumlah 1.400 prajurit. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com