
Nama Oasis meroket di panggung internasional melalui dua album terdahulunya, Definitely Maybe (1994) dan (What's The Story) Morning Glory? (1995) dan melakukan rekaman di Knebworth, Inggris di tahun 1996, di depan kurang lebih 250 ribu penggemar.
Namun kemunduran dari sukses tersebut nampaknya sangat berpengaruh pada band tersebut, dengan album ketiga mereka, Be Here Now di tahun 1997, yang merupakan kemerosotan besar-besaran dari sukses yang terdahulu.
Gallagher mengatakan, "Melakukan sesuatu yang besar di Inggris, Morning Glory telah menjadi album terbesar dalam sejarah Inggris. Hal itu seperti, 'Baiklah, apa yang kita lakukan sekarang?'."
"Saya tak bisa mengatakannya pada Anda, dan apa yang saya rasakan untuk beberapa tahun setelahnya, saya sungguh menderita. Kami merasa bahwa kami telah melakukan semuanya, sehingga kami mulai ceroboh dan boros dalam membelanjakan uang kami. Kami kemudian terpuruk dan tanpa arah," kenangnya. (cmc/bun)
Lihat Profil: Oasis