"Sejak pertemuan donor terakhir Maret 2005, pemerintah tidak membuat kemajuan nyata dalam memenuhi komitmennya," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan sebelum pertemuan dua tahunan negara-negara donor Kamboja.
Pada Maret, donor-donor Kamboja menjanjikan dana US$600 juta untuk negara itu bersama dengan tuntutan agar pemerintah mengakhiri koropsi yang merajalela.
"Janji-janji pemerintah Kamboja untuk mengursngi kemiskinan tidak berarti jika retorika tidak ditanggapi dengan tindakan," kata Patrick Alley dari Global Witness, salah satu dari organisasi-organisasi yang mengeluarkan pernyataan itu.
Negara-negara donor harus menegaskan bahwa bsntuan selanjutnya akan tergantung pada pemerintah Kamboja dalam menepati janjinya. Jika tidak, seluruh tanda yang menentukan bagi reformasi adalah pura-pura," katanya.
Kelompok-kelompok lain menyerukan kemajuan termasuk Human Rights Comisssion (HRC) dan Federasi Internasional untuk Hak Asasi manusia.
Kelompok-kelompok itu juga menuntut pemerintah mengakhiri larangan hak publik untuk melakukan protes, menyusun kembali badan-badan yang memantau pemilu , dan membatalkan konsesi-konsesi tanah yang yang dipersalahkan atas terjadinya pengusiran ribuan orang dari rumah mereka.
"Kamboja tetap dalam kemiskinan karena pemerintah menolak menghentikan korupsi yang merajalela di kalangan pejabat dan mereformasi sistem pengadilan yang digunakan untuk memajukan agenda politik, membungkamkan para pengeritik dan mengambil tanah rakyat," kata pernyataan kelompok itu.
Kamboja menggantungkan diri dari sumbangan donor untuk lebih dari separoh anggaran belanja tahunannya. Kelompok-kelompok HAM secara tetap mendorong negara-negara donor, yang termasuk Jepang, Perancis dan AS, untuk menuntut reformasi bukannya hanya menyerahkan uang.
Korupsi terus melanda negara itu, yang menempati peringkat 131 dari 158 negara dalam indeks korupsi tahun 2000 Tranparansi Internasional.
Bisnis Kamboja kehilangan US$330 juta untuk korupsi tahun lalu sementara pemerintah tidak berhasil mengumpulkan pajak US$400 juta, kata salah satu lembaga pengamat awal tahun ini.
Negara-negara donor menjanjikan US$504 juta untuk Kamboja tahun 2005, kurang dari US$100 juta dari jumlah yang dijanjikn tahun itu sebelum apa yang dianggap pera pengamat satu tanda masyarakat internasional bosan dengan janji-janji kosong pemerintah Kamboja. (*/lpk)