"Biar saya mengingatkan bahwa setiap upaya kudeta takkan mungkin, atau perencananya akan menghadapi masalah," kata Hun Sen dalam pidato di Provinsi Pursat, sekitar 180 kilometer sebelah timurlaut Phnom Penh.
Pidatonya diudarakan oleh beberapa stasiun radio dan televisi.
Peringatan PM Kamboja tersebut dikeluarkan hanya tiga hari sebelum rencana keberangkatannya untuk melakukan kunjungan resmi selama hampir satu pekan ke Australia.
Hun Sen mengatakan ia belum lama ini mendengarkan satu saluran radio yang kelola asing yang menyatakan bahwa ia dapat digulingkan dalam suatu kudeta seperti yang terjadi di Thailand bulan lalu.
Sejak Kamboja memperoleh kemerdekaan dari Perancis pada 1953, hanya ada satu kudeta yang berhasil, terhadap Norodom Sihanouk, pada 1970 oleh Lon Nol --yang didukung oleh Amerika Serikat.
Hun Sen menjadi perdana menteri pada 1985. (*/cax)