< >

Enam Negara Besar Dinyatakan Tak Kan Putuskan Hukuman Atas Iran

Sabtu, 07 Oktober 2006 06:45
Kapanlagi.com - Keenam negara besar, yang bertemu di London hari Jumat membahas kegiatan nuklir Iran, membicarakan langkah berikut bagi Teheran, tapi bukan rincian hukuman apa pun, kata kementerian luar negeri Prancis.

Menteri luar negeri dari Amerika Serikat, China, Inggris, Jerman, Prancis, dan Rusia dijadwalkan berunding pukul 17.00 waktu setempat (23.00 WIB).

"Acara enam negara itu tidak untuk memutuskan langkah. Itu acara untuk menjalin pembicaraan dengan Iran," kata jurubicara Jean-Baptiste Mattei.

"Mereka tidak akan memutuskan rincian langkah atas dasar Pasal 41 (dari Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam kerangka kerja itu," katanya, "Itu tugas Dewan Keamanan (Perserikatan Bangsa-Bangsa)."

Iran menolak menghentikan pengayaan uraniumnya dan terancam kemungkinan hukuman politik dan ekonomi atas dasar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kepala kebijakan keamanan dan luar negeri Eropa Bersatu Javier Solana hari Kamis menyatakan Eropa ingin membiarkan pintunya terbuka bagi pembicaraan dengan Iran untuk mencapai penyelesaian diplomatik bagi sengketa nuklir Iran.

"Waktu bagi pembicaraan itu bukan tidak terbatas. Namun, meskipun gagal sekarang, kami akan menjaga pintu terbuka bagi pembicaraan dengan Iran. Penyelesaian itu hanya dapat berupa penyelesaian diplomatik," kata Solana kepada wartawan di Roma setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Italia Massimo D`Alema.

"Kami bekerja dengan Iran sejak Juni. Beberapa kemajuan telah dicapai, tapi masalah penangguhan (pengayaan uranium), yang sangat penting, belum terpecahkan," katanya.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad hari Rabu sekali lagi menolak permintaan Barat, yang memrihatinkan kegiatan nuklirnya ketika Perancis menyeru hukuman terhadap Iran jika pengayaan uranium itu tidak ditangguhkan.

D`Alema menyatakan Italia menghargai kenyataan bahwa Solana ingin terus mengusahakan pembicaraan dengan Iran, yang ia lukiskan sebagai "teman baik Italia".

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov hari Kamis mengecam Washington atas ulah sepihaknya dalam sengketa kegiatan nuklir Iran itu dan mendesak negara besar meneruskan upaya diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan dengan Teheran.

"Kami yakin bahwa tindakan bersama harus diteruskan, tapi Amerika Serikat sudah mengambil keputusan sepihak, yang memengaruhi semua pihak dan membatasi kegiatan di Iran, bukan hanya bagi perusahaan Amerika, tapi semua perusahaan," kata Lavrov dalam lawatannya ke Polandia.

"Keenam pihak itu sudah sepakat atas sejumlah hal dan kepala kebijakan luar negeri Eropa Bersatu Javier Solana sudah mengadakan pembicaraan dengan Iran, yang tidak memberi tanggapan memuaskan," katanya.

Kelompok disebut P5-tambah-1 itu, yang terdiri atas lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa --Amerika Serikat, Cina, Inggris, Prancis, dan Rusia-- dan Jerman, dijadwalkan bertemu di London hari Jumat untuk mencoba mencapai kesepakatan atas kegiatan nuklir Iran, kata pengumuman kementerian luar negeri Rusia sebelumnya.

"Kami akan meneruskan upaya diplomatik, kendati beberapa pihak menginginkan hukuman, seperti sekarang," tambah menteri luar negeri Rusia itu.

Solana menyatakan pihaknya gagal mencapai kesepakatan dengan ketua jururunding nuklir Iran dalam pembicaraan tentang program nuklir Teheran ahir September, namun telah meletakkan dasar untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.

"Kami mencapai kemajuan," kata Solana kepada wartawan seusai pembicaraan dengan ketua jururunding nuklir Iran Ali Larijani.

"Kami masih memiliki masalah belum terselesaikan," katanya tanpa memerinci lebih jauh. Solana mengatakan berharap dapat melakukan hubungan baru dengan pejabat Iran pertengahan pekan berikut. (*/lpk)