"Penutupan itu direncanakan dicabut sesudah ada penambahan pasukan keamanan," kata pernyataan balatentara Israel.
Itu merupakan kali ketiga dalam dua pekan Israel menerapkan penutupan umum atas wilayah Palestina, yang ditutup pula dalam Tahun Baru Yahudi empat malam lalu dan untuk liburan Yom Kippur pekan lalu.
Orang Palestina tidak akan dibolehkan melewati garis batas dengan Israel selama liburan Tabernacles, yang dimulai saat matahari Jumat terbenam dan berahir Sabtu petang.
Perkecualian diberikan kepada sekitar 7.000 pekerja perkebunan zaitun, pendeta, guru dan petugas kesehatan, kata balatentara itu.
Pelintasan Karni di Jalur Gaza dibuka Senin pekan lalu setelah ditutup Jumat pekan sebelumnya pada awal perayaan Tahun Baru Rosh Hashanah untuk mencegah kemungkinan serangan di Israel. Pengiriman gas diperkenankan.
Balatentara Israel meningkatkan kesiagaan dalam hari-hari libur Yahudi kemudian, hari Yom Kippur, penebusan dosa, disusul dengan libur Sukhot selama sepekan dimulai 6 Oktober.
Dinas rahasia menyatakan mendapat banyak masukan tentang rencana serangan.
Serangan udara Israel di Gaza utara hari Selasa mencederai lima pejuang Palestina, kata petugas kesehatan dan saksi Palestina.
Jurubicara angkatan darat Israel mengatakan, tentara menyerang sebuah mobil, yang disebut membawa pejuang Jihad Islam, yang terlibat dalam serangan roket belum lama ini terhadap negara Yahudi tersebut.
Israel sering menyerang gerilyawan Palestina di Gaza dan meningkatkan gempuran di wilayah itu dalam beberapa hari terahir dalam upaya menghentikan serangan roket terhadap negara tersebut dan menekan kelompok bersenjata agar membebaskan prajurit Israel, yang mereka culik pada Juni.
Sejumlah saksi Palestina mengatakan, satu peluru kendali Israel mencederai dua anggota Jihad Islam di dalam kendaraan mereka di dekat kota Beit Hanoun dan satu lagi menyerang sebuah mobil, yang membawa anggota Brigade Syuhada Aqsa, mencederai tiga di antaranya.
Jurubicara tentara Israel itu mengatakan, serdadu menyerang satu kendaraan dan ledakan kedua mungkin disebabkan oleh bahan peledak. Tidak jelas apakah gerilyawan itu membawa peledak di dalam kendaraan mereka.
Baik Jihad Islam maupun Brigade Syuhada Aqsa, yang merupakan bagian dari gerakan Fatah, kubu Presiden Palestina Mahmud Abbas, melancarkan serangan roket ke Israel dari Gaza pada masa silam.
Sedikit-dikitnya, 220 orang Palestina tewas dalam gempuran Israel, sekitar separuh dari mereka warga biasa, kata petugas kesehatan dan kelompok peneliti Palestina.
Israel meningkatkan gerakan balatentaranya ke Jalur Gaza untuk membungkam serangan roket kelompok pejuang Palestina, kata pemimpin tentara negara Yahudi itu di Yerusalem.
"Kami akan memakai cara tentara untuk mengurangi serangan roket ke Sderot," kata Mayor Jenderal Dan Halutz kepada Radio Israel. Sderot adalah kota Israel selatan, yang secara berkala menjadi sasaran serangan roket pejuang Palestina dari Gaza.
Saat ditanya apakah banyak lagi tentara dikerahkan ke Gaza, Halutz menjawab, "Sebagai contoh, kami akan terus melanjutkan dan memperdalam serangan darat. Kami merundingkan itu." (*/lpk)