< >

Tim K2L Tolak Kehadiran Greenpeace

Selasa, 17 Oktober 2006 08:46
Kapanlagi.com - Tim Konsultan Korban Lumpur (K2L) bersama korban lumpur panas Sidoarjo, Jawa Timur, menolak keterlibatan LSM asing Greenpeace dan beberapa LSM lokal di seluruh kawasan bencana Lumpur panas Sidoarjo, Jawa Timur.

"Oleh Karena itu kami mendesak Greenpeace untuk segera angkat kaki dari tanah air Republik Indonesia," kata ketua Tim K2L, M Ismail SH kepada pers, di Jakarta, Senin malam.

Menurut Ismail, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu seringkali menyebut dan mengatasnamakan korban lumpur panas Sidoarjo sambil melakukan penghinaan kepada pribadi dan sejumlah pejabat pusat dan daerah. Padahal para korban sadar bahwa pejabat-pejabat daerah maupun pusat sudah banyak berbuat untuk masalah lumpur Sidoarjo itu, hanya waktunya yang belum tepat.

"Mulai dari ketua DPRD Sidoarjo, PemKab Sidoarjo, Gubernur Jatim, Pangdam, Kapolda Jatim, Menteri terkait sampai Presiden sudah bekerja maksimal, hanya hasilnya saja belum maksimal," tegas Ismail mengingatkan semua pihak.

Ia memberi contoh bagaimana dengan susah payahnya anggota TNI dan Kepolisian siang dan malam mengawasi pergerakan lumpur di kawasan bencana. Bagaimana beratnya pada malam hari mereka menolong para korban dari rumah-rumah yang diterjang Lumpur akibat jebolnya tanggul. Sementara itu siapapun tahu orang-orang dari LSM itu sedang tidur dengan lelapnya, katanya.

Ismail mengigatkan bahwa para korban Lumpur panas Sidoarjo selama ini dikenal sebagai kalangan masyarakat religius yang memiliki harkat dan martabat yang tinggi. Mereka tidak akan menjual musibah yang mereka alami hanya untuk mengambil keuntungan dengan memeras pihak lain. Yang terpenting lagi bahwa para korban selama ini tidak pernah meminta tolong, menyuruh atau mengeluarkan surat kuasa kepada LSM manapun untuk menolong mereka.

Para korban lumpur sadar bahwa selama ini yang menambah berlarut-larut dan kurangnya penanganan masalah lumpur ini adalah akibat terlalu banyak usul dan terlalu banyak aktivis yang memang hanya mencari popularitas dan cari keuntungan di atas penderitaan orang lain saja. Oleh karena itu wajar jika mereka tidak pernah simpati dengan kelakuan LSM manapun.

Pada bagian lain Ismail menjelaskan tentang langkah kerja Tim K2L yang dipimpinnya dimana kini telah memasuki tahap analisa dari data-data yang telah disusun.

"Pengamatan, pendataan dan analisa yang dilakukan Tim K2L sejak tiga bulan lalu memakai kunci semangat profesional, amanah dan jujur," katanya.

Tim K2L secara khusus akan menangani masalah-masalah kemanusiaan dengan cara yang lebih manusiawi. Semua pihak yang terlibat didalamnya akan diajak untuk mengeluarkan solusi-solusi dengan melihat para korban sebagai saudara sendiri. (*/rit)