
Belum lama ditemui di kediamannya di Petamburan, Pusat bagian Jakarta, Jane mengatakan tindakan perebutan tersebut terpaksa dilakukan lantaran ia mendengar info dari temannya bahwa Jarno akan dibuat lupa dengan ibunya oleh Vebry.
"Yang saya dengar dari teman supaya saya melupakan anaknya. Kita juga ngga pernah mengingat-ingat anak sama dia kok? Hati siapa yang ngga hancur mendengar kalimat begitu. Anak saya mau dibikin lupa saya. Dari situlah saya nekad. Apapaun yang terjadi maka terjadilah," ujar perempuan yang tak bersua dengan anaknya itu selama lima bulan.
Ia menyayangkan sikap suaminya tersebut seolah-olah menguasai Jarno. Padahal putusan dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang menyidangkan kasus gugatan cerainya belum diketuk majelis hakim.
"Sidang kan belum selesai. Tapi kenapa itu anak sudah sama dia. Dan saya tak ada perlakuan apa-apa dari pengadilan. Mestinya pengadilan memutuskan dalam persidangan bahwa anak ini sama ibunya," lanjutnya.
Jane juga menepis tuduhan Vebry bahwa dia berkelahi dengan baby siter saat mengambil Jarno. "Mereka kaget dan diam melihat saya datang seperti ngga bisa ngapa-ngapain. Makanya saya santai saja ambil Jarno dari pangkuan salah satu mereka. Jadi ngga ada tarik-tarikan, jerit-jeritan. Parahnya lagi Jarno ngga ngenalin saya, bayangkan lima bulan ngga ketemu hasilnya begini," katanya sambil geleng-geleng.
Ditambahkan sebagai seorang ibu wajar bila tak ingin pisah dengan anak. Apalagi proses pengadilan dengan Vebry masih cukup lama. "Ini sudah ngga karuan. Dari ulang tahun sampai kemarin saya ngga ketemu. Saya akhirnya berpikir gimana caranya saya ambil Jarno. Kalau saya nunggu sekian lama, si Jarno sudah keburu gede dan lupa sama saya," tuturnya.
Tentang pelaporan kepada pihak kepolisian oleh Vebry, ia tak gentar. Bahkan Jane akan sekuat tenaga untuk mengambil dia. "Ibaratnya saya sudah kasih nyawa dan jihad buat Jarno. Mau bunuh-bunuhan nantinya atau ditodong pistol atau digorok badik di leher, ngga masalah asalkan buat Jarno," imbuhnya. (kl/opa)
Lihat Profil: Jane Shalimar