
Jane mengatakan dirinya sedang berusaha keras membawa buah hatinya itu ke Surabaya. Rencananya ia akan berangkat Sabtu (21/11) dengan menggunakan pesawat.
"Jadi maaf kalau selama ini saya tak mengangkat telepon," ujarJane tanpa mau menjelaskan secara rinci alasan dirinya membawa Zarno ke Surabaya.
Ia pun membenarkan jika apa yang dilakukannya itu adalah puncak dari kekecewaan yang telah lama dipendamnya lantaran tak diberi akses oleh Vebry bertemu dengan Zarno.
"Sampai-sampai dia (Zarno, red) tak kenal saya sebagai ibunya. Tapi Alhamdulilah, aku sujud syukur bisa melihat dia lagi. Ketika aku ambil dia sempat nangis lantaran sudah lupa sama ibunya," ujar wanita yang mengaku sudah lima bulan tak bertemu buah hatinya ini.
Jane menepis pula tuduhan yang dialamatkan kepadanya lantaran dianggap gegabah mengambil tindakan paksa. Bahkan keputusan mengambil Zarno, bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya Jane telah berkonsultasi dengan Sekjen Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait dan pihak kepolisian.
"Mereka tak mempermasalahkannya selama tidak ada upaya kekerasan di dalamnya. Dan setelah selesai saya langsung telepon ke Komnas Perlindungan Anak, mereka menyetujuinya. Mereka bilang saya berhak mendapatkan itu, karena Zarno anak kandung saya," katanya. (kl/fia)
Lihat Profil: Jane Shalimar