Meski tingkat keberhasilan pengeboran samping ini hanya sekitar 10%. Namun, Tim Nas Penanggulangan Semburan Lumpur berharap banyak, sistem relief well yang mengebor hingga kedalaman 9.000 fet itu mampu menyumbat semburan lumpur.
Ketua Tim Nas, Basuki Hadi Mulyono, Minggu (29/10/06) mengatakan, hingga saat ini, kedua relief well yang terpasang di Desa Renokenongo dan Kelurahan Jatirejo, terus melakukan pengeboran.
"Kami tetap berharap, agar upaya penyumbatan tanggal 20 Desember nanti membawa hasil. Meski, upaya yang dilakukan dengan teknis penyumbatan miring ini, keberberhasilannya hanya berkisar 10%," katanya.
Namun, demikian, ia juga mengaku pasrah, jika upaya penyemprotan lumpur panas yang dilakukan nanti tidak membawa hasil.
"Kalau nanti upaya penyemprotan lumpur berat tidak membawa hasil, maka semburan lumpur tidak bisa dihentikan," katanya.
Bila penyumbatan ini tidak membawa hasil, maka Tim Nas, hanya melakukan upaya pengaliran semburan lumpur ke Kali Porong, melalui Spill Way, sehingga, semburan lumpur tidak mengganggu dan mengancam keselamatan warga disekitar tanggul penahan lumpur di delapan desa.
"Kalau memang nantinya gagal, upaya yang kami lakukan, hanya untuk memindahkan luberan lumpur ke Sungai Porong," katanya.
Sementara itu, upaya pembuangan lumpur melalui spill way, yang dilakukan tiga hari lalu, Sabtu kembali terganggu, karena pipa input penyedot lumpur yang dipasang di kolam penampungan lumpur, seringkali tersumbat sampah dari bekas puluhan perusahaan dan ribuan rumah warga yang tenggelam.
Saat "banjir" lumpur terjadi tercatat, 23 perusahaan tidak mampu menyelamatkan aset miliknya dan ribuan rumah juga tidak lagi mampu diselamatkan. Kemungkinan sampah dari berbagai perabotan atau alat pabrik ini, membuat penyumbat saat luberan lumpur disedot untuk dibuang ke sungai Porong.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas di ruas tol Porong-Gempol diubah, sebagai upaya memperlancar arus balik Lebaran dari arah timur (Pasuruan) dan selatan (Malang) menuju Surabaya. (*/rit)