Itu terjadi akibat volume semburan cukup besar sementara pompa penyedot pembuangan ke Kali Porong tidak mampu bekerja optimal, alias macet.
Timnas Penanggulangan lumpur Sidoarjo secepatnya menutup dua titik di tanggul yang jebol tersebut, sehingga luberan lumpur tidak meluas lagi.
Namun kejadian itu sempat membuat panik warga Kedungcangkring dan Panjarakan yang menyangka tanggul jebol permanen. Warga yang panik berupaya mengemasi harta bedanya dan berupaya mengungsi.
Sebelumnya, pond 5 di Desa Mindi dan Besuki oleh Timnas memang sengaja dijebol untuk mengalirkan lumpur ke spillway (saluran pembuangan) yang berfungsi sebagai penyaring (filter), selanjutnya disedot oleh dengan pompa dan dibuang ke Kali Porong melalui pipa-pipa.
HR (human resources) Lapindo Brantas Inc, Sebastian Dja'far yang di Timnas masuk bidang sosialisasi dan relokasi, dikonfirmasi hal tersebut menyatakan bahwa hal tersebut terjadi akibat pompa penyedot yang belum mampu bekerja optimal sesuai harapan.
"Lumpur di pond 5 sudah mencapai puncak tanggul, sementara aliran yang disalurkan melalui spillway tidak bisa lancar dibuang akibat pompa penyedot lumpur ke Kali Porong yang nggak mampu bekerja," ungkapnya. (*/rit)