Dari sebanyak 81 yang terserang rabies hanya 62 orang yang telah divaksin serum anti rabies karena alokasi dari APBD Garut 2006 hanya untuk 30 divar serum anti rabies sementara kebutuhan yang ada mencapai 100 divar, kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Garut Drg Iman Firmanullah, di Garut, Selasa.
Akibat kekurangan itu, menurut Iman, pihaknya terpaksa meminjam serum vaksin anti rabies ke RSU Kabupaten Sukabumi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, apalagi harga setiap divar serum vaksin anti rabies mencapai Rp1,7 juta.
Upaya lainnya, menurut Uman, yaitu melaksanakan sosialisasi tentang bahaya penularan jenis penyakit itu terutama di daerah yang banyak ditemukan kasus rabies seperti di Kecamatan Pakenjeng, Cikajang, Cilawu dan Bayongbong.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi bahaya rabies juga dilakukan Dinas Peternakan karena selama ini kesadaran masyarakat terutama pemilik ternak anjing untuk memvaksinasi hewan peliharaannya sangat rendah.
"Berbagai upaya terus dilakukan untuk menangkal penyebaran wabah jenis penyakit tersebut seperti pemusnahan anjing liar, dan vaksinasi pada anjing pemeliharaan," kata Kepala Dinas Peternakan Garut Ir Andi Rachmat. (*/bun)