Komandan Amerika Serikat yakin pejuang Syiah menyekap serdadu negara adidaya itu di daerah kumuh Bagdad timur dan sejak pekan lalu pasukan mereka mendirikan pos pemeriksaan dan perintang jalan di wilayah tersebut.
Balatentara Irak dan Amerika Serikat juga melancarkan serangan di kabupaten itu, yang terkini dilakukan Selasa pagi, sesudah mereka menangkap tiga tersangka.
Tapi, serdadu Amerika Serikat mulai menyingkirkan perintang itu sesaat sebelum pukul 17.00, tenggat diberikan Maliki, yang memicu tanggapan kemenangan dari pemuda setempat, yang mengibarkan spanduk dari kendaraan, termasuk truk, melaju kencang dalam pawai kemenangan mendadak.
"Saya tahu pos pemeriksaan di jalan Kanal disingkirkan dan itu merupakan pembukaan, tapi saya tak dapat menjelaskan hal khusus lain dilakukan pasukan itu saat ini," kata jurubicara Amerika Serikat Letnan Kolonel Chris Garver.
Jalan Kanal membentang di sepanjang sisi selatan kota Sadr, kebupaten Syiah berpenduduk 2,5 juta orang, yang secara nyata dikucilkan balatentara Amerika Serikat dan Irak sejak tengah pekan lalu.
Karena marah pada kemacetan lalulintas dan kehilangan pekerjaan meningkat di dalam kota Sadr. Pada hari Selasa, pejuang setia pada ulama keras Moqtada Sadr memerintahkan mogok umum, menutup toko, kantor dan sekolah.
"Kesabaran dan kebersatuan Anda menghasilka kemenangan," kata pernyataan sukacita dari kantor Sadr kepada rakyat kota Sadr sesudah pos pemeriksaan mulai dibongkar.
Perdana Menteri Syiah itu, yang berkuasa berkat suara anggota parlemen pendukung Sadr, menanggapi unjukrasa itu dengan memerintahkan pembongkaran perintang buatan Amerika Serikat tersebut.
"Perdana Menteri, dalam jabatannya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata, memutuskan mencabut perintang jalan ke kota Sadr dan wilayah lain Bagdad," kata pernyataan dari kantor Maliki.
Maliki menyatakan pos pemeriksaan tersebut harus sudah dibongkar pada pukul 17.00 (21.00 WIB), tapi menambahkan bahwa pos itu dapat dipasang lagi sesudah gelap selama jam malam di Bagdad.
Balatentara Amerika Serikat mengutamakan menyelamatkan serdadu hilangnya, tapi mengabaikan perintah Maliki akan berakibat membuka kembali keretakan dalam persekutuan Irak-Amerika Serikat hanya beberapa hari sesudah Gedung Putih membatasi langkah mereka.
Kota Sadr memutuskan berunjukrasa sesudah tersangka pejuang Suni masuk ke kubu Syiah itu hari Senin, kendati gerakan keamanan Amerika Serikat berupaya mengatasi serangan bom, yang menewaskan 26 warga dan mencederai banyak lagi.
Pasukan khusus Irak didukung penasehat tentara Amerika Serikat menyerang kota sadr pada hari Selasa dan menangkap tiga tersangka.
"Tujuan gerakan itu ialah mencari tentara Amerika Serikat, yang hilang, dan menangkap pemimpin satua penculik, yang dikabarkan mengetahui tempat tentara itu," kata pernyataan balatantera Amerika Serikat.
Satu serdadu Amerika Serikat keturunan Irak disergap pada 23 Oktober sesudah keluar Daerah Hijau Bagdad, yang dijaga ketat, untuk mengunjungi isteri gelapnya, wanita Irak, di rumah keluarganya di kota itu. (*/cax)