Banjarmasin Gelap Tertutup Kabut
Kapanlagi.com - Suasana kota Banjarmasin sejak Rabu pagi tampak gelap tertutup kabut asap tebal. Dari pantauan kabut asap yang menyelimuti ibukota Provinsi Kalimantan Selatan itu merupakan yang terparah dalam dua bulan terakhir.Akibat pekatnya kabut asap tersebut jarak pandang hanya berkisar 100 meter dan hampir semua kendaraan bermotor terpaksa harus menyalakan lampu guna menghindari kecelakaan lalu-lintas (lakalantas). Selain itu, para pengendara sepeda motor mau tak mau harus pakai masker agar tidak terhirup udara yang kurang sehat karena bercampur vertikal-vertikal akibat kebakaran lahan serta baunya yang menyengat. Sejumlah anggota DPRD Kalsel memperkirakan kabut asap yang melanda "kota seribu sungai" Banjarmasin kiriman dari daerah tetangga yang berpotensi kebakaran lahan, seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola). Pasalnya pada kedua daerah tetangga Kota Banjarmasin itu, memiliki potensi lahan gambut serta padang semak belukar yang rentan kebakaran dan sulit untuk dipadamkan bila api sudah merambat. "Karena karakter lahan gambut cepat kering dan mudah terbakar, dan apinya bisa merayap di bagian bawah bagaikan api dalam sekam, sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan," kata H.M.Alwi Hasbi Mahbara, anggota DPRD Kalsel dari Partai Bulan Bintang (PBB). Pendapat senada dengan wakil rakyat dari PBB itu, juga dikemukakan yang sama-sama duduk di Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel, Dra. Hj. Nur Izatil Hasanah asal Fraksi Partai Golkar (FPG). Wakil rakyat dari FPG itu mendukung imbauan pihak Polda Kalsel yang mengajurkan pengemudi menyalakan lampu saat mengendai ranmor dalam keadaan kabut asap tebal tersebut guna menghindari lakalantas. Almnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu juga mengimbau pengendara sepeda motor agar menggunakan masker guna mengurangi terjadnya inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Sementara dalam sepekan terakhir ini sering terjadi kebakaran lahan yang bergambut di daerah Kabupaten Banjar dan Batola, mengakibatkan mobil BPK semakin sibuk hilir-mudik untuk memadamkan rambatan api tersebut. (*/rit) |