< >

Jalan Raya Terus Dikembangkan di Perbatasan RI-PNG

Rabu, 01 November 2006 11:12
Kapanlagi.com - Pemerintah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, terus berupaya membuka jalan raya di sepanjang tapal batas darat Republik Indonesia (RI) dengan Papua Nugini (PNG) sebagai urat nadi perekonomian masyarakat perbatasan itu, sekaligus menjadi cermin kemajuan pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Hal itu disampaikan Bupati Keerom, Drs Celcius Watae, di Arso, ibukota kabupaten itu, Rabu, di hadapan para peserta sidang klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Keerom yang sudah berlangsung sejak 30 Oktober lalu.

"Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di perbatasan antarnegara RI-PNG, maka pemerintah terus berupaya membuka jalan raya lintas Papua dari Jayapura hingga titik batas wilayah RI dengan PNG dan membuka jalan-jalan raya sepanjang perbatasan itu sebagai urat nadi perekonomian rakyat," katanya.

Bagaimanapun juga, wilayah perbatasan antarnegara merupakan cermin kemajuan peradaban suatu bangsa sehingga pemerintah berkewajiban membangun infrastruktur jalan raya, berbagai sarana kesehatan dan pendidikan di wilayah perbatasan itu, lanjutnya.

Dia mengakui kalau kegiatan pembangunan jalan raya trans Papua tersebut sudah dilaksanakan hingga tuntas sehingga masyarakat yang bermukim di perbatasan akan sangat mudah memasarkan hasil bumi dan hasil pertanian mereka ke wilayah-wilayah perkotaan.

Menurut dia, jika masa lalu wilayah perbatasan RI-PNG dilihat sebagai daerah belakang rumah, maka sejak terbentuknya Kabupaten Keerom tahun 2002 sebagai hasil pemekaran Kabupaten Jayapura, wilayah perbatasan dipandang sebagai daerah depan rumah atau pekarangan rumah yang harus ditata secara baik, aman dan menyenangkan semua orang yang bermukim di situ.

"Jalur jalan raya utama trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Keerom dengan PNG dan dengan kabupaten lainnya seperti Pegunungan Bintang, Jayapura dan Kabupaten Boven Digul terus dibangun secara bertahap demi peningkatan kesejahteraan rakyat di semua wilayah itu," katanya.

Menanggapi usulan tokoh jemaat GKI Keerom agar pemerintah membangun pos-pos di sepanjang tapal batas RI-PNG dalam rangka meningkatkan keamanan wilayah perbatasan antarnegara, Bupati Celcius mengatakan, hal itu sudah direncanakan pemerintah demi mencegah berbagai hal yang dapat merugikan bangsa Indonesia seperti pelarian para pelaku kriminal dari negara lain, penyebaran narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) dan sebagainya.

"Pemerintah akan membangun Pos terpadu untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan namun hendaklah pos perbatasan itu tidak menjadi tembok pemisah jalinan kekerabatan, tradisi dan budaya antarwarga masyarakat yang bermukim di perbatasan RI dan PNG. Jalinan kekerabatan tidak mungkin dapat dipisahkan oleh siapapun dan kapanpun," katanya.

Pos terpadu yang dimaksudkan itu adalah kegiatan pengamanan satu atap yakni kerjasama antara aparat TNI, Polri, Karantina, Bea-Cukai dan Imigrasi.

Celcius Watae mengakui kalau pembangunan wilayah perbatasan Kabupaten Keerom dengan Distrik Imonda dan Wasenggela, PNG merupakan perwujudan visi dan misi pembangunan Kabupaten Keerom yang dicanangkan sejak dirinya memangku jabatan Bupati Keerom tahun 2005 bersama Wakil Bupati Drs Wafhir Kosasih,SH.

Visi membangun Kabupaten Keerom adalah membangun jati diri masyarakat Keerom dan misi dari pembangunan kabupaten ini adalah mewujudkan kabupaten yang aman, damai, adil, demokratis, sejahtera dan tenteram.

Wilayah Kabupaten Keerom terletak di sebelah Timur Provinsi Papua. Kabupaten ini pada bagian Utara berbatasan dengan Kabupaten Jayapura, Selatan dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, sebelah Timur berbatasan dengan Negara PNG dan Barat berbatasan dengan Kota Madya Jayapura. (*/rit)