< >

KRL Ekspres Keluarkan Api-Asap, Penumpang Berhamburan

Rabu, 01 November 2006 11:01
Kapanlagi.com - Munculnya percikan api yang disertai asap pada KRL Ekspres Serpong-Tanah Abang pada Rabu pagi (01/11/06) di daerah Bongkaran Tanah Abang Jakarta Pusat menimbulkan kepanikan penumpang, sehingga mereka berloncatan ke luar kereta api yang sebenarnya sedang mogok akibat matinya listrik yang merupakan penggerak utama alat angkut massal ini.

KRL Ekpres Serpong-Tanah Abang itu mogok sekitar pukul 09.00 WIB, jika listrik tidak padam maka perjalanan menuju Stasiun Tanah Abang tersisa dua hingga tiga menit lagi.

Tiba-tiba pada saat KRL masih mogok, banyak wanita penumpang yang berteriak-teriak .. "Api, api". Mendengar teriakan tersebut, para penumpang lainnya menjadi ikut panik. Seorang penumpang kemudian berinisiatif untuk memencet tombol di bagian bawah salah satu pintu agar para penumpang bisa keluar dari gerbong untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tenang-tenang," kata beberapa penumpang kepada penumpang lainnya yang masih merasa khawatir melihat percikan api serta asap di salah satu gerbong bagian belakang.

Satu rangkaian kereta biasanya terdiri atas delapan gerbong, bahkan beberapa anak kecil mulai menangis karena ketakutan melihat kepanikan tetsebut dan khawatir tidak bisa keluar dari kereta ini

Walaupun pintu sudah terbuka, para penumpang merasa kesulitan untuk loncat karena jarak dari pintu kereta hingga ke tanah hampir mencapai dua meter. Akibatnya seorang wanita penumpang yang mengenakan pakain berwarna hitam terjatuh dan kakinya harus diurut oleh beberapa penumpang lainnya.

Para penumpang terpaksa berjalan kaki sekitar 10 menit untuk mencapai Stasiun Tanah Abang untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Sementara itu, seorang petugas PT kereta Api Indonesia di Stasiun Tanah Abang mengatakan listrik dari PLN-lah yang padam sehingga masalah bukan timbul akibat kesalahan PT-KAI. "Kalau mau protes, silahkan ke PLN saja dan bukannya kepada kami ," kata seorang petugas stasiun ketika seorang penumpang mengeluhkan keadaan ini.

Seorang penumpang mengatakan seharusnya mereka mempunyai hak untuk minta pengembalian uang karcis senilai Rp8000/penumpang karena kasus matinya listrik seperti ini. (*/rit)