Suhu Panas Banjarmasin Capai Puncak
Kapanlagi.com - Suhu panas udara di wilayah Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan saat ini terus meningkat hingga 37 derajat celcius atau mencapai puncak.Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Doni Widyasworo, ketika dikonfirmasi Rabu menyebutkan suhu panas di Banjarmasin dan wilayah Provinsi Kalsel pada kondisi normal maksimal 34 derajat celcius. Dikatakan, peningkatan suhu udara selain pengaruh kemarau panjang juga akibat banyaknya titik api (hot spot) pada beberapa wilayah Kalsel termasuk Banjarmasin dan sekitarnya. "Kini udara Kalsel sangat panas mencapai suhu panas 37 derajat celcius, ini sudah diatas normal akibat titik api yang semakin banyak," kata Doni. Meningkatnya suhu panas udara di Kalsel ini dipicu dengan peningkatan jumlah titik api yang makin lama terus bertambah. Sementara itu serangan kabut asap dari hasil pemantauan sekitar pukul 07.00 Wita jarak pandai masih mencapai 1500 meter, sehingga pesawat yang berangkat pagi masih bisa terbang. Kemudian sekitar pukul 08.30 Wita, kabut di seputar Bandara Syamsudin Noor mulai turun dan mencapai puncak kepekatan sekitar pukul 9:30 Wita dengan jarak pandang hanya sekitar 250 meter. "Kita berharap saat ada angin berhembus akan mampu menyapu kabut asap, yang terjadi justru angin yang membuat kabut asap semakin tebal dan menyebar lebih luas," tambah Doni. Petugas informasi Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kurniawan mengungkapkan, dengan jarak pandang yang hanya sekitar 250-300 meter, Bandara sangat berbahaya untuk lending pesawat. "Jarak pandang hanya sekitar 300 meter, maka tidak berani memberikan izin bagi pesawat yang akan landing, karena sangat membahayakan," ucapnya. Hingga kini tidak ada pesawat yang tertunda, karena pagi hari sekitar pukul 07:00 Wita udara masih cukup cerah, dan sesaat sebelum kabut turun dua pesawat diantaranya Garuda bisa lending dengan aman. Hingga kini penerbangan masih aman, belum ada rencana penutupan Bandara sebagaimana di Kalimantan Tengah (Kalteng), katanya. (*/rit) |