< >

Thailand Selatan Rusuh, Empat Orang Tewas

Sabtu, 04 November 2006 17:04
Kapanlagi.com - Empat orang tewas dalam berondongan tembakan di wilayah bergejolak Thailand selatan yang mayoritas berpenduduk Muslim, meskipun belum lama pemerintah berupaya membawa perdamaian ke wilayah dilanda pemberontakan tersebut, kata polisi Sabtu (04/11/06).

Seorang lelaki Muslim berusia 25 tahun ditembak tewas pada Jum`at lalu, diduga oleh milisi Islam di sebuah sekolah setempat di Yala, satu di antara tiga provinsi selatan yang berbatasan dengan Malaysia, yang bergejolak.

Juga di Yala, seorang wanita Buddhis berumur 22 tahun meninggal ditembak di sebuah kantor kesehatan setempat, Jum`at malam, oleh seorang pengendara, sedangkan lainnya seorang pria Buddhis berumur 43 tewas ditembak oleh kaum militan, saat dia mengendarai spedamotornya. Isterinya juga mengalami cedera dalam serangan itu.

Di provinsi tetangganya, Pattani, seorang penduduk desa Muslim berumur 45 tahun, juga ditembak hingga tewas di rumahnya pada Jum`at malam.

Polisi menambahkan, dua petugas keamanan pada sebuah hotel di Pattani juga ditembak dan luka-luka dalam kasus penembakan terpisah.

Serangan terbaru terjadi meskipun Perdana Menteri Surayud Chulanont berusaha menegakkan perdamaian di wilayah selatan yang rawan, di mana lebih dari 1.500 orang telah tewas sejak pemberontakan terakhir pecah pada Januari 2004.

Surayud, yang dilantik oleh junta militer menyusul kudeta tak berdarah pada September lalu yang menumbangkan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, meminta maaf kepada warga Muslim atas kegagalan pemerintah memadamkan pemberontakan yang berlangsung lama.

Surayud juga berjanji untuk mengadakan perundingan perdamaian dengan kaum militan, yang merupakan pembalikan dari pendekatan tangan keras Thaksin yang dikecam secara luas karena memburuknya pertumpahan darah.

Pemerintah pasca-kudeta Jum`at lalu juga mengumumkan, bahwa pihaknya akan membatalkan semua tuduhan terhadap 92 Muslim yang dikaitkan dengan kasus protes menelan korban tewas dua tahun lampau dalam upaya membantu penegakan rekonsiliasi nasional di kawasan selatan.

Kawasan mayoritas Muslim ini merupakan wilayah kesultanan yang merdeka, namun kemudian dikuasai Thailand yang mayoritas beragama Buddha pada tahun 1902, dan sejak itu pemberontakan separatis meletus secara berkala.

Hampir setiap hari terjadi berbagai kerusuhan yang ditudingkan pada separatis etnis Melayu, ekstrimis Islam dan gang-gang kejahatan. (*/rit)