KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Tapi (pertemuan itu) harus didahului dengan conditioning di bidang keamanan," kata Hasyim kepada pers seusai menemui Wapres Jusuf Kalla di kediaman dinas Wapres di Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (04/11).
Menurut Hasyim, pertemuan tokoh-tokoh lintas agama itu untuk fungsi rekonsiliasi mental sekaligus klarifikasi bahwa persoalan disana sebenarnya bukan konflik antaragama melainkan konflik kepentingan yang menggunakan tema agama.
Pertentangan antaragama sering dijadikan alat pemicu konflik di Poso, menurut Hasyim, karena isu itu yang paling murah meriah.
Terkait dengan agenda rekonsiliasi religius tersebut, Muzadi minta polisi sebagai peace keeping force agar mampu mengoptimalkan penanganan keamanan, termasuk terhadap para aparat yang diduga terlibat.
"Polri yang di sini (di Jakarta) harus meneliti siapa yg dimaksud aparat yang nakal itu," katanya.
Lebih lanjut Muzadi mengatakan bahwa untuk menyelesaikan persoalan Poso, seluruh orang yang melakukan kekerasan dan menjadi sumber kekerasan dari semua kelompok agama harus dikeluarkan dari Poso. "Semua, baik yang Islam, Katolik dan Kristen. Soal bagaimana caranya, tentunya pemerintah yang punya meetode untuk itu," ujarnya.
Hal itu perlu dilakukan karena diindikasikan pihak yang melakukan kekerasan di Poso adalah orang-orang yang berasal dari luar daerah tersebut.
Jadi, Hasyim kembali menegaskan, kuncinya adalah semua ekstrimis di Poso harus dikeluarkan dari dan kemudian baru diisi oleh pasukan perdamaian.
"Dengan begitu, nantinya, bila diindikasikan ada penyusupan, maka bisa dibersihkan berikutnya," katanya. (*/lpk)
Lihat Profil: Jusuf Kalla