< >

NTB Targetkan Setengah Juta Kunjungan Wisatawan Tahun 2007

Senin, 06 November 2006 22:22
Kapanlagi.com - Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan setengah juta orang wisatawan berkunjung ke daerah ini pada tahun 2007, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pemasaran, Dinas Budpar NTB, Mahdi di Mataram, Senin mengatakan, pihaknya optimistis target tersebut akan tercapai, karena angka kunjungan wisatawan ke daerah ini terus meningkat cukup signifikan.

Tahun 2005 angka kunjungan wisatawan ke NTB tercatat 412.938 orang terdiri atas wisatawan mancanegara sebanyak 177.272 orang dan wisatawan nusantara 235.211 orang.

Meningkat 6,25% dibanding dengan tahun 2004 sebanyak 302.737 orang meliputi wisatawan mancanegara 198.167 orang dan wisatawan nusantara 204.570 orang.

Sementara angka kunjungan wisatawan tahun 2006 belum ada data yang pasti, namun kalau dilihat dari tingkat hunian hotel selama Oktober hingga Nopember antara 30 hingga 40%, menurun dibandingkan dengan bulan Juli hingga September tingkat hunian hotel mencapai 60 hingga 80%.

"Tingginya tingkat hunian hotel pada periode Juli hingga September karena saat itu bertepatan dengan hari libur di Eropa, sehingga banyak yang melakukan perjalanan wisata," kata Mahdi.

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir periode 2000- 2005 angka kunjungan wisatawan sempat mengalami penurunan sebesar 5,29% pada periode 2003, itu antara lain sebagai dampak buruk tragedi bom Bali II dan invasi Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak.

Mahdi mengatakan, dari segi negara asal turis yang masuk lima besar berkunjung ke NTB pada tahun 2005 berasal dari Jerman mencapai 20.464 orang, disusul Belanda 14.401 orang, Italia 11.080 orang, Australia 9.743 orang dan Inggris 9.469 orang.

"Cukup tingginya angka kunjungan turis asal Jerman, karena kita tetap mengikuti promosi wisata Internal Bourse Tourism (ITB) Berlin, sehingga para calon wisatawan dari negara tersebut percaya bahwa industri pariwisata NTB tetap eksis," ujarnya. (*/lpk)