
Hakim pengadilan tinggi di Los Angeles, Lisa Hart Cole menyatakan tidak ada bukti yang mendukung klaim Spears, bahwa majalah the US Weekly, terbitan 2005 itu melakukan pencemaran nama baik.
Spears dan suaminya, Kevin Federline membantah bahwa mrereka merekam video dan mereka khawatir video itu akan dipublikasikan.
Mereka menuntut ganti rugi sebesar US$10 juta karena pemberitaan tersebut.
Hakim mengatakan karena Spears 'sudah menyajikan seksualitasnya dan mengambil keuntungan dari seksualitas secara terbuka di depan publik', maka artikel itu kecil kemungkinan bisa dianggap merusak nama baik.
Artikel dalam majalah The US Weekly itu mengklaim bahwa pasangan Britney Spears menonton video itu dengan para pengacaranya setelah seorang anggota kelompok mereka mengancam akan mengeluarkan rekaman video itu.
Tim hukum Spears beralasan bahwa artikel itu mencemarkan nama baik, karena dengan jahat dan sembarangan menciptakan potret Spears bertindak konyol selagi menonton video itu bersama para pengacaranya.
Tetapi hakim Cole mengatakan Britney Spears tidak mengajukan gugatan pencemaran nama baik karena "secara sembarangan dituduh bertindak konyol.
"Masalahnya adalah apakah menyebutkan sepasang suami istri merekam kegiatan mereka selama berhubungan badan itu bisa dikategorikan sebagai pencemaran nama baik," kata hakim itu.
Spears yang telah menjual lebih dari 60 juta album itu telah menikah dengan Federline pada 2004 lalu. (bbc/dar)
Lihat Profil: Britney Spears