Juru Bicara Timnas PSLS, Rudi Novrianto ditemui di lokasi spill way Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Kamis mengatakan, langkah-langkah menghadapi puncak musim hujan di Porong yang diperkirakan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) tiba pada Januari 2007, telah dipersiapkan secara matang.
"Kami sudah melakukan rapat dengan seluruh tim yang tergabung di Timnas PSLS pada Rabu (08/11) malam, di Surabaya, membahas persiapan menghadapi musim hujan. Semuanya harus siap dan lima hari ke depan kegiatan penanggulangan lumpur harus selesai," paparnya.
Tentang sosialisasi peringatan dini kepada warga menjelang musim hujan, pihaknya sudah menyampaikannya pada setiap kesempatan pertemuan dengan warga, utamanya warga yang berada di wilayah rawan bencana atau ring-1. "Saya rasa meskipun nggak ada sosialisasi peringatan dini, warga sudah tahu apa yang harus dilakukan saat hujan tiba," imbuhnya.
Disinggung permasalahan beberapa kontraktor pekerjaan tanggul yang belum dibayar Lapindo Brantas Inc, dia menjelaskan bahwa memang sempat terjadi kendala dalam pengaturan aliran dana (cash flow), karena habis untuk Lebaran Idul Fitri 1427 H. "Saat ini semuanya sudah berjalan mendekati normal dan dibahas dalam rapat semalam di Surabaya," tuturnya.
Terhenti
Sementara itu, kondisi relief well (pengeboran miring)-1 di Desa Jatirejo saat ini sudah memasuki kedalaman 3.600 feet/kaki. Sementara relief well-2 di Desa Renokenongo terhenti di kedalaman 1.170 feet. Hal ini dikarenakan alat blow out preventer (BOP) di relief well-2 dipinjamkan untuk kegiatan operasional relief well-1.
"Relief well-1 saat ini sudah siap untuk masuk, tetapi mengalami kendala teknis saat memasuki lapisan clay (lapisan tanah liat). Setelah berhasil memasuki lapisan clay ini, tinggal memasang chasing dan memasukkan semen berat. Kami masih optimis pada akhir Desember 2006, relief well-1 bisa selesai," ujarnya.
Bagaimana dengan relief well-2 ?, dia mengatakan, rencananya alat BOP itu hanya dipinjamkan selama seminggu sampai 10 hari. Namun sampai saat ini alat itu masih digunakan untuk operasional relief well-1. Akibatnya, relief well-2 berhenti sementara.
"Kami sudah memesan BOP itu di Singapura, tetapi ternyata belum ada barangnya. Jadi, bukannya nggak ada uang, BOP-nya yang belum ada. Kemungkinan, selesainya relief well-2 ini akan molor sedikit dari jadwal yang ditentukan, yaitu akhir Desember," pungkasnya. (*/lpk)