"Kami hampir menyelesaikan pengaturan untuk membentuk pemerintah baru persatuan dengan anggota berdasarkan profesionalisme dan kemampuan. Tak ada lambang politik di dalamnya," kata Izzat Ar-Rishq --seorang anggota politbiro HAMAS-- di ibukota Suriah, Damaskus.
Kedua kelompok yang terlibat pertikaian tersebut telah berusaha membentuk pemerintah persatuan teknokrat, pemerintah yang diharapkan oleh rakyat Palestina dapat membuat Barat meredakan sanksi yang dijatuhkan setelah HAMAS memangku jabatan pada Maret.
Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh dari HAMAS menghentikan pembicaraan sesaat pada Rabu, setelah satu serangan paling mematikan dalam empat tahun oleh Israel terhadap orang Palestina, ketika bom artileri Yahudi menewaskan 18 warga sipil di Beit Hanoun, bagian utara Jalur Gaza.
"Dialog telah dilanjutkan dan tim gabungan dengan Fatah akan dibentuk guna menyusun perincian akhir," kata Ar-Rishq, Kamis.
Seorang pembantu senior Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Rabu, mengatakan pemerintah persatuan dapat terbentuk.
Hari Kamis, Amerika Serikat menyatakan tewasnya 18 warga sipil Palestina selama serangan militer Israel "mengerikan", tapi mendesak orang Palestina agar tak menanggapi dengan aksi kekerasan lain.
Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menelefon Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menyampaikan belasungkawanya atas kematian itu, kata jurubicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack.
"Itu adalah tragedi yang mengerikan. Itu adalah sesuatu yang mengerikan bagi anggota keluarga dan rakyat Palestina," kata McCormack. Ditambahkannya, "Jawaban dan tanggapan bukan kekerasan lagi, bukan serangan roket lagi."
Israel sendiri telah menyatakan serangan itu adalah "kekeliruan" dan telah melakukan penyelidikan.
Rice juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS George W. Bush di Gedung Putih, Senin.
Bush mengeluarkan pernyataan tertulis untuk mengatakan ia "sangat sedih" atas jatuhnya korban jiwa dan mendesak pemerintah Israel agar segera menyelidiki kejadian tersebut guna menjamin peristiwa itu tak terjadi lagi.
Pembunuhan tersebut menyulut kemarahan di wilayah Palestina dan menimbulkan kekhawatiran bahwa kerusuhan dapat meningkat. Militer Palestina telah mengancam akan mengakhiri gencatan senjata dan melanjutkan serangan terhadap orang Yahudi. (*/cax)