< >

PBB Akan Bantu 15.000 Tenda Untuk Korban Gempa di Bantul

Jum'at, 10 November 2006 22:19
Kapanlagi.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui badan-badan khususnya serta berbagai organisasi dan lembaga swadaya masyarakat internasional akan memberikan bantuk sekitar 15.000 unit tenda untuk korban gempa di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"PBB sudah menyampaikan niatnya untuk membantu tenda sebagai tempat tinggal sementara bagi korban gempa," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Gendut Sudarto, Jumat (10/11).

Tenda yang digunakan korban gempa saat ini sudah tidak layak pakai lagi, apalagi sekarang sudah mulai turun hujan, banyak korban gempa yang tidak bisa tidur akibat tenda bocor. Kondisi mereka cukup memprihatinkan.

"Dengan bantuan tenda dari PBB diharapkan tenda yang sudah tidak layak pakai itu diganti dengan yang baru," katanya.

Solusi penggantian tenda tersebut adalah satu-satunya cara memberikan tempat tinggal sementara kepada korban gempa sambil menunggu bantuan dana rekonstruksi turun.

"Kalaupun dana rekonstruksi saat ini cair, tidak bisa segera membangun rumah karena bahan bangunan terbatas, sementara yang butuh banyak. Selain itu cukup sulit mencari tukang," kata dia.

Menurut dia, korban gempa yang masih tinggal di tenda hingga saat ini sekitar 10.000 jiwa, tetapi untuk mengetahui jumlah pastinya masih akan menunggu pertemuan bupati dengan camat dan lurah pekan depan.

Sekda mengharapkan warga yang masih tinggal di tenda saat musim hujan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama.

"Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bantul, saat musim hujan rawan berjangkit penyakit demam berdarah dengue, kolera dan disentri," katanya.

Pemkab Bantul sudah minta kepada Dinas kesehatan untuk melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan berjangkitnya penyakit-penyakit itu. Bahkan khusus penyakit demam berdarah dengue sudah mulai dilakukan pengasapan.

"Senin pekan depan surat edaran bupati mengenai pemberantasan sarang nyamuk sudah dikeluarkan," katanya. (*/lpk)