"Sudah saatnya bekerjasama lagi mengatasi berbagai masalah bangsa yang masih membelit," kata Mantan Ketua PP Muhammaduyah tersebut, di Jakarta, Jumat malam.
Menurut dia, kontroversi Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) tersebut telah membuat opini bahwa presiden dan wakil presiden tidak kompak. Hal ini, menurutnya tidak baik bagi pemerintah.
"Untuk itu segera hentikan sikap pragmatis politis hanya demi partai politiknya saja," kata Syafei
Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla menganggap persoalan pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) sudah selesai setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis malam memberikan penjelasan atas masalah tersebut.
Dalam jumpa pers usai sholat Jumat di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat, Kalla mengatakan sistem koordinasi pemerintahan tetap berjalan seperti yang ada sekarang ini dan tidak perlu ada koordinasi lain.
Menurut Wapres, wajar saja Presiden dibantu oleh unit kerja. "Seperti saya, banyak juga yang membantu," katanya.
Sedangkan Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) Marsilam Simanjuntak menyatakan, lembaga yang dipimpinnya saat ini tengah dalam persiapan untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepada unit itu. (*/cax)