Nyamuk Bikin Gerah Karyawan PT.Timah
Kapanlagi.com - Nyamuk yang bentuknya kecil mungil seakan tanpa daya, bagi karyawan PT. Timah merupakan momok menakutkan. Ratusan karyawan PT. Timah telah terjangkiti penyakit malaria, hingga mereka jadi kurang produktif dalam bekerja."Kadang karyawan yang akan masuk kerja tiba-tiba sakit terserang malaria. Nyamuk juga tidak membeda-bedakan sasaran, jajaran direksi juga disikat," kata Direktur Produksi PT. Timah, Ari Fauzi, di Pangkalpinang, Sabtu (11/11/06). Ari yang juga pengidap parasit malaria dalam darahnya, amengatakan, manajemen perusahaan terpaksa kerja keras agar kasus karyawan yang terkena malaria tidak makin besar. Penyakit malaria ternyata telah sangat mengganggu operasi dilapangan dan bahkan mengurangi kinerja petugas lapangan. Serangan nyamuk anopheles itu juga tidak pilih tempat baik ditambang timah lepas pantai (off shore) maupun di darat. Manajemen perusahaan menyadari bila masalah nyamuk tidak dikelola dengan baik, justru akan mendatangkan kerugian bagi mereka. Setiap rentang waktu tertentu petugas kesehatan turun kelokasi-lokasi tambang untuk memantau kesehatan pekerja. Apakah ada pekerja yang semaput kena malaria serta melakukan pencegahan sekaligus. "Petugas kesehatan melakukan fogging (pengasapan) dalam memutus mata rantai perkembangan nyamuk. Dalam setiap kali turun ditemukan adanya karyawan yang malarianya sedang kumat. Ari mengaku tidak tahu berapa banyaknya karyawan yang terkena malaria atau setidaknya memerlukan perawatan dokter setiap harinya. Kesenangan si mungil itu dalam menghisap darah karyawan timah darah dirasakan betul sudah menjadi gangguan permanen. Pekerja timah yang keliling keberbagai lokasi didarat dan dilepas pantai, memang rawan terkena gigitan nyamuk penyebab malaria. Nyamuk kecil itu bahkan menyebabkan ada pekerja timah tidak mampu bertahan hidup setelah parasit malaria menjalar keotak mereka. Ada juga kematian yang secara tidak langsung disebabkan malaria. "Karyawan yang terkena malaria tubuhnya akan digerogoti dan bagian tubuh yang paling sering diserang adalah liver. Kalau sudah kena itu ya habis," ujar alumni teknik tambang ITB itu. Manajemen PT. Timah juga harus mengeluarkan biaya yang besar dan mencengangkan. Setiap tahun dana yang habis untuk kesehatan sebesar Rp34 Milyar bagi hanya 4.080 orang pegawai BUMN itu. Meski dana yang besar itu, untuk penggantian pengobatan seluruh penyakit yang diderita karyawan, namun si nyamuk telah ikut memberikan kontribusi, hingga perusahaan mengocek anggaran lebih dalam lagi. Mau tahu keganasan si kecil mungil itu. Data medis dari tiga RS di kota Pangkalpinang saja selama bulan Juli hingga September 2006 24 orang telah meninggal dunia akibat malaria. Rinciannya sebagai berikut, RSUD Kota Pangkalpinang Juli 87 rawat inap, 59 rawat jalan, dan meninggal dua. Agustus 80 rawat inap, 46 rawat jalan meninggal 11 orang, September rawat inap 81, rawat jalan 40 meninggal enam orang. Di RS Bakti Wara, Juli 139 rawat inap, 164 rawat jalan dan 5 meninggal, Atustus, 124 rawat jalan dan 179 rawat inap meninggal nol dan September 115 rawt inap, 150 rawat jalan meninggal nol. Di RS Bakti Timah, selama tiga bulan tersebut diketahui ada 10 orang pasien dirawat akibat malaria. (*/rit) |