< >

HATHI Harus Berikan Masukan Penanganan Lumpur Lapindo

Sabtu, 11 November 2006 13:08
Kapanlagi.com - Himpunan Ahli Tehnik Hidrolik Indonesia (HATHI) harus memberikan masukan mengenai penanganan lumpur di Sidoarjo, serta kebakaran hutan di Indonesia.

Harapan itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, ketika membuka Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI ke 23, Jumat malam (10/11/06) di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Kirmanto mengatakan, setiap hari diperkirakan 126.000 meter kubik lumpur yang keluar di Sidoarjo, dan telah dilakukan berbagai upaya dalam mengatasinya agar tidak berdampak lebih luas.

Langkah dilakukan antara lain, dengan menutup lubang dari sumbernya, serta membuang lumpur itu kelaut dengan sistem pompa.

Diharapkan dalam PIT di Manado, HATHI dapat memberikan masukkan bagaimana lumpur mengalir ke laut secara natural, kendatipun modal awalnya dibutuhkan sangat besar, katanya.

Masalah "ekspor" asap dari Indonesia, dimana dengan terjadinya kebakaran hutan membuat negara-negara tetangga jadi terganggu akibat kebakaran, menjadi perhatian serius pemerintah.

Kata Kirmanto, sebagain hutan terbakar dilahan gambut, informasi diperoleh sekitar 76 persen hutan terbakar, ternyata sengaja dibakar petani maupun pengusaha pemegang Hak Pemanfaatan hutan (HPH).

HATHI diharapkan dapat memberikan masukan berkaitan dengan metode tata air, sehingga bila terjadi kebakaran hutan bisa ditanggulangi, katanya.

Gubernur Sulut, SH Sarundajang, sambutannya dibacakan Sekretaris Propinsi Robby Mamuaja mengatakan, melalui PIT dapat menghasilkan sumbangan pikiran konkrit dalam mengatasi dan menjawab tantangan, berbagai persoalan dibidang Sumber Daya Air sekaligus dapat memberikan kontribusi positif untuk membangun daerah dan bangsa.

Ketua HATHI Sulut, Vecky Lumentut mengatakan, melalui pertemuan tersebut dapat menghasilkan terobosan-terobosan dalam pembangunan air di Sulut. (*/rit)