< >

Menteri Korsel Mendatang Tentang Korut Katakan AS Harus Adakan Perundingan Bilateral

Rabu, 15 November 2006 15:59
Kapanlagi.com - Menteri Korea Selatan mendatang tentang hubungan dengan Korea Utara, Rabu menyerukan Amerika Serikat untuk mengadakan perundingan langsung dengan negara komunis tersebut dan menghentikan tekanan untuk penggantian rezim.

Calon Menteri Unifikasi, Lee Jae-Joung mengatakan, konsultasi-konsultasi multilateral penting dalam membujuk Utara menghentikan program senjata nuklirnya menyusul ujicoba bom atom yang dilakukannya 9 Oktober.

"Namun pada saat yang sama," kata dia, "diskusi mengenai persoalan lebih rinci amat diperlukan dengan memfasilitasi sebanyak mungkin pertemuan-pertemuan bilateral."

Lee, dikutip kantor berita Yonhap, saat memberikan ceramah pada para anggota kelompook penasehat kepresidenan di bidang penyatuan nasional.

Dia menyerukan Washington untuk mengubah kebijakannya tentang Utara.

"Kini tiba saatnya bagi pemerintah Bush untuk minggir dari kebijakan sepihak terhadap Korea Utara dan berupaya mengubahnya melalui perundingan-perundingan yang serius, sama dengan dialog yang mengubah sosialis Vietnam," ujarnya.

Pemerintah AS `hendaknya meninggalkan kebijakan yang mengejar penghancuran rezim Korea Utara` dan `menerima dialog serta diplomasi perdamaian," katanya.

Untuk memecahkan sengketa, Lee mengatakan, AS pertama-tama harus menawarkan kepada Utara insentif yang luas dan jaminan keamanan, serta hadiah-hadiah penting jika Pyongyang meninggalkan program senjata nuklirnya.

Sebaliknya, Korea Utara juga harus secepatnya kembali ke meja perundingan dengan sikap yang tulus dan mengakhiri sengketa daripada `menunggu dua tahun lagi sampai berakhirnya pemerintahan Bush,` ujarnya.

Korea Utara pada 1 November mengumumkan bahwa pihaknya akan kembali ke meja perundingan enam negara yang membahas pemberhentian program nuklirnya, untuk mengakhiri boikot selama setahun sebagai protesnya terhadap sanksi-sanksi AS terhadap rekening-rekening banknya di luar negeri.

Perundingan-perundingan, yang juga melibatkan Korea Selatan, Jepang, Cina, Rusia dan AS, diharapkan dilanjutkan kembali bulan depan.

Menteri Unifikasi yang sekarang, Lee Jong_Seok mengajukan pengunduran diri bulan lalu saat kebijakan perjanjian yang gemilang pemerintah Seoul dengan Utara mendatangkan kecaman hebat menyusul ujicoba nuklir.

Lee Jae-Joung, yang suatu ketika adalah pendeta dan mantan rektor universitas, juga mendukung kebijakan tersebut. Dalam pekan ini, dia menghadapi rapat dengar pendapat di parlemen berkaitan dengan jabatan menterinya itu.

Seorang pemikir berpengaruh dalam sebuah laporan pekan ini juga menyerukan AS untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Korea Utara, yang sejauh ini ditolak.

"Pemerintah Bush telah melakukannya berdasarkan asumsi yang keliru, bahwa perundingan langsung dengan musuhnya itu adalah satu kelonggaran, Pada hal ini mungkin hanya satu-satunya cara untuk maju ke depan," kata Kelompok Krisis Internasional. (*/cax)