< >

AS Sambut Baik Perjanjian Pengerahan Pasukan PBB dan AU di Darfur

Sabtu, 18 November 2006 07:50
Kapanlagi.com - AS, Jumat (17/11), menyambut baik perjanjian pada prinsipnya bagi pengerahan pasukan penjaga perdamaian bersama PBB dan Uni Afrika di wilayah Darfur, Sudan yang menghadapi masalah.

"Itu (perjanjian) tentu saja merupakan kesempatan nyata untuk memecahkan hal yang telah menjadi masalah yang sangat sulit," Menlu AS Condoleezza Rice mengatakan pada wartawan yang melakukan perjalanan dengannya di Vietnam untuk pertemuan puncak Asia-Pasifik.

"Harapan saya sekarang adalah bahwa pemerintah Sudan akan menerima usulan ini karena situasi di Sudan tidak meningkat," ia menambahkan, dan mengatakan hal tersebut memberi Khartoum kesempatan untuk membuat kesesuaian dengan sistim internasional".

Sebelumnya, Presiden AS George W Bush menyambut baik perjanjian yang ditandatangani oleh PBB, Uni Afrika, Liga Arab dan Sudan itu, menurut jurubicara Dewan Keamanan Nasional Gordon Johndroe.

"Perjanjian ini meratakan jalan bagi pasukan penjaga perdamaian bersama AU dan PBB ke Darfur yang pada awalnya terdiri dari dan dipimpin oleh orang Afrika, serta dikomandoi, didukung dan didanai oleh PBB," kata Johndroe.

Sekjen PBB Kofi Annan mengatakan dalam satu pernyataan sebelumnya bahwa perubahan misi Afrika sekarang ini menjadi misi yang melibatkan badan dunia itu telah disetujui.

Ia mengatakan PBB dan AU akan meminta pertemuan semua pihak yang tidak menandatangani perjanjian damai Mei -- sebagian besar kelompok pemberontak Darfur -- dalam dua pekan untuk membicarakan masalah itu.

Perang di Darfur meletus Februari 2003 dan sejak itu sedikitnya 200.000 orang telah tewas dan 2,5 juta orang yang lain terlantar.

Pernyataan Annan itu tampaknya untuk menandakan perubahan dalam sikap Khartoum, yang telah dengan keras menentang peran signifikan PBB di Darfur, dengan alasan pengerahan itu akan menjadi pelanggaran atas kedaulatannya dan dapat memperburuk situasi di wilayah tersebut. (*/lpk)