AL mengatakan, pihaknya menenggelamkan tiga kapal Macan Tamil dekat semenanjung Mannar, sementara pemberontak mengekatan mereka menenggelamkan dua kapal AL dan menewaskan 10 pelaut dalam insiden itu.
Kedua pihak mengaku kapal-kapal mereka masih terapung dan utuh dan membantah ada korban tewas di pihak mereka.
Dalam babak baru perang saudara, selama dua dasawarsa terakhir meningkat dengan lebih dari 3.000 tentara, warga sipil dan pemberontak tewas tahun ini saja, sering tidak mungkin untuk menyatakan apa sebenarnya yang terjadi dalam serangan-serangan, karena masing-masing pihak memberikan pengakuan yang saling berbeda.
Jurubicara militer, Brigjen Prasad Samarasinghe, mengatakan, kapal patroli pantai kecil AL terlibat baku tembak dengan kapal-kapal Macan Tamil dekat lepas pantai semenanjung Mannar, setelah mendeteksi gerakan-gerakan kapal yang mencurigakan, dan helikopter tempur dipanggil untuk membantu. Ia mengatakan tidak ada kapal yang tenggelam.
"Tiga kapal pemberontak tenggelam, dan empat personil AL cedera, tapi kapal mereka tetap utuh," kata Samarasinghe.
Ia mengatakan, tiga tentara tewas dalam satu baku tembak terpisah dan 15 warga sipil cedera ketika pemberontak Macan Tamil menyerang satu truk tentara di distrik Vavuniya, Sri Lanka utara dengan ranjau.
Macan Tamil membantah terlibat, dan mengatakan kapal-kapal mereka diserang AL ketika mereka melakukan pelatihan laut, dan kapal-kapal mereka menang dalam konfrontasi itu.
"Kami menenggelamkan dua kapal partroli pantai mereka," kata jurubicara Macan Tamil Rasiah Ilanthiraiyan kepada Reuters melalui telepon dari pangkalan pemberontak Kilinochchi, Sri Lanka utara.
"Kapal-kapal kami sangat kecil, sehingga setiap usaha oleh angkatan udara untuk menenggalamkan mereka tidak akan berhasil," katanya. "Setelah konfrontasi itu, kapal-kapal kami melanjutkan pelatihan laut mereka sesuai rencana."
Serangan-serangan itu adalah konfrontasi terbaru di darat dan laut antara kedua pihak dalam dua dasawarsa perang saudara, yang menewaskan lebih dari 67.000 orang sejak tahun 1983.
Baku tembak artileri dan mortir kini terjadi hampir tiap hari di utara dan timur negara itu, di mana Macan Tamil mendirikan negara defakto yang mereka ingin diakui sebagai sebuah negara tersendiri untuk minoritas etnik Tamil.
Presiden Mahinda Rajapakse, yang berkuasa setahun lalu menolak mentah-mentah tindakan Macan Tamil itu.
Masyarakat internasional berulangkali menyerukan pemerintah dan Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) untuk menghentikan perang yang telah menyebabkan puluhan ribu warga sipil terlantar di daerah timur dan membuat gencatan senjata berantakan.
Para pemantau gencatan senjata dari Nordik menuduh kedua oihak berulangkali melancarkan serangan dan melakukan pelanggaran gencatan senjata. (*/bun)