Polisi Irak Cari Sandera Asing Yang Belum Ditemukan
Kapanlagi.com - Pasukan Irak dan AS mencari penjaga keamanan Barat yang diculik, Sabtu (18/11), setelah seorang pejabat Irak mengatakan polisi telah membebaskan dua orang Amerika di antara sekelompok orang yang diculik di pos pemeriksaan palsu dua hari sebelumnya.Sandera asing kelima ditemukan tewas dalam serbuan polisi tersebut, Jum'at (17/11), kata kantor gubernur wilayah Basra. Secara keseluruhan, empat warganegara Amerika dan Australia diculik Kamis, sewaktu mereka mengawal iring-iringan truk di dekat perbatasan dengan Kuwait. Di Washington, Departemen Luar Negeri AS menyatakan Departemen tersebut tak dapat mengkonfirmasi bahwa dua warganegara Amerika yang diculik telah dibebaskan. "Kami tak memiliki keterangan apa pun bahwa dua di antara mereka telah dibebaskan. Informasi yang saya miliki ialah ada empat orang yang kami cari di sana," kata jurubicara Departemen Luar Negeri AS Gonzalo Gallegos. Ia menyatakan, keempat orang Amerika itu bekerja untuk perusahaan keamanan AS yang disebut Crescent Security Group ketika iring-iringan pasokan mereka dihentikan di apa yang kelihatan seperti pos pemeriksaan polisi. Penculikan tersebut adalah yang paling akhir dari beberapa peristiwa pekan ini, beberapa pria bersenjata dan berseragam telah melakukan penyanderaan, sehingga mencuatkan kekhawatiran mengenai penyusupan anggota milisi dan pejahat ke tubuh pasukan keamanan Irak. Irak menghadapi ancaman perang saudara dan ada keraguan besar di kalangan pendukung pemerintah Inggris dan AS tentang ketak-tergantungan dan kemampuan pasukan keamanan Irak, yang perannya akan sangat penting jika dan ketika tentara asing ditarik. Pemerintah di Baghdad masih terpecah, sebagian karena aliran agama, mengenai nasib puluhan pegawai sipil yang diculik dari satu kementerian yang dikelompok kaum Sunni di Baghdad, Selasa, oleh sekelompok orang berseragam polisi yang dicurigai banyak orang adalah anggota milisi Syiah. Belum keterangan lebih lanjut mengenai nasib sebanyak 70 sandera yang dikatakan Kementerian Pendidikan Tinggi belum ditemukan, kendati pemerintah telah berkeras hampir semua telah dibebaskan. Harith Ad-Dari menyatakan, pemerintah pimpinan Syiah sedang berusaha mengalihkan perhatian dari kejahatannya sendiri, yaitu penculikan dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Penculikan lima warganegara asing di dekat kota kecil Safwan tampaknya mengundang reaksi cepat dari polisi Irak, yang mengatakan mereka telah membebaskan dua sandera Jumat. Pencarian masih berlanjut di kabupaten Dewajin, yang berdekatan, untuk menemukan dua sandera lain, kata satu sumber polisi. Tidak jelas apakah pria yang tewas tersebut berkebangsaan Amerika atau Australia. Media Arab sebelumnya melaporkan seorang prajurit Australia berusia 25 tahun telah tewas. Dalam kejadian yang tampaknya tak berhubungan di daerah yang sama Jum'at, militer Inggris menyatakan seorang penjaga keamanan swasta Inggris cedera dalam bentrokan dengan polisi Irak. Polisi menyatakan, dua personil polisi dan satu lagi warganegara Barat tewas. (*/bun) |