"Banyak yang mengatakan Indonesia kurang uang, padahal faktanya kita kelebihan uang. Masalahnya adalah kurangnya orang-orang kita dari sisi mikro yang berani mengambil risiko," katanya seperti dikutip Ketua Program Magister Manajemen Universitas Indonesia (MMUI) Rhenald Khasali usai menemui Wapres di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (21/11/06).
Akibatnya, uang itu hanya disimpan di bank dan tidak berputar padahal jika diberdayakan dengan baik akan bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar ketimbang bunga bank.
Hal itu, kata Rhenald yang mengutip Wapres, telah mengakibatkan dunia usaha menjadi tidak bergerak.
"Semua mengatakan tidak ada uang dan perlu pinjaman dari tempat lain (asing) padahal uang itu adalah uang kita sendiri yang disimpan di luar negeri," katanya.
Sementara itu, kata Rhenald Khasali, banyak pihak menilai kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini sudah cukup baik namun mengapa sisi mikronya tidak bergerak.
Untuk menjawab hal itu, MMUI bekerja sama dengan para pengusaha akan mendatangkan ekonom ternama Prof Michael Porter dari Harvard University untuk berdialog dengan pejabat dan pengusaha Indonesia.
Seminar yang membahas kaitan ekonomi makro dan mikro ini akan berlansung di Gedung Bank Indonesia pada 28 November untuk level pejabat negara dan 29 November untuk level pengusaha. Acara tersebut rencananya akan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla.
Menurut Rhenald, Michael Porter adalah seorang ekonom ternama yang tercatat sebagai "the most influential business thinker" dan telah menjadi penasihat ekonomi sejumlah negara berkembang yang terbukti berhasil meningkatkan daya saingnya.
Bahkan konsep "cluster dan competitiveness"-nya telah dipakai oleh Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Brazil, Kosta Rika, Spanyol dan Rusia.
Khasali mengatakan, Porter menawarkan konsep daya saing di mana kesejahteraan rakyat harus dibangun dari sisi mikro.
"Jadi menurut Porter, kesejahteraan rakyat itu diciptakan pada level `corporate`, bukan negara. Negara hanya sebagai pendukung dan penyedia fasilitas (fasilitator)," katanya.
Ia berharap, kedatangan Porter di Indonesia akan dapat menyampaikan kepada dunia tentang perubahan-perubahan yang telah dirintis di Indonesia dan dapat dimanfaatkan oleh investor global. (*/rit)