Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa, membenarkan dalam tender pembangunan jalan tahun 2007 akan mensyaratkan penggunaan aspal buton setidaknya sebagai campuran aspal BBM.
Menurut Djoko Kirmanto, dalam biaya pembangunan jalan komponen aspal sekitar 6 persen yang selama ini masih dipenuhi dari aspal BBM, ke depannya pemerintah akan mengisi 2 persennya dari aspal buton.
Dia memperkirakan kebutuhan aspal BBM setiap tahunnya mencapai 900.000 ton, apabila sepertiganya bisa diisi dengan aspal buton akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi Indonesia.
Terkait hal itu, Menteri PU mengatakan, telah menginstruksikan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen PU untuk melakukan riset dengan pembiayaan penuh pemanfaatan aspal buton dari aspek kelayakan ekonomis.
"Risetnya tidak lagi kecil-kecilan tetapi saya minta skalanya lebih besar untuk diterapkan pada jalan sepanjang lima kilometer. Sehingga kita bisa langsung lihat efektivitasnya," ucap Djoko.
Sementara itu Bambang Suroso dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengatakan akan memberikan dukungan politis kepada pemerintah terkait dengan kebijakan untuk menggunakan aspal buton.
Menurutnya, saat ini pemerintah masih harus mengimpor senilai 700 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan aspal nasional. Biaya sebesar itu dipergunakan untuk membiayai 50 persen kebutuhan aspal BBM yang mencapai 1,3 juta ton per tahun.
Apabila kebutuhan impor itu seluruhnya dapat disubtitusi dari aspal buton maka pemerintah akan mendapatkan keuntungan (saving) yang sangat besar yang dapat dipergunakan untuk membangun jalan-jalan nasional dan provinsi yang rusak.
Menurutnya, pemanfaatan aspal BBM impor saat ini sudah tidak efisien lagi karena dipengaruhi fluktuasi harga BBM di luar negeri. Bahkan pada tahun ini kontraktor kita telah meminta eksalasi (penyesuaian) harga aspal mencapai 60 persen.
Dukungan juga akan diberikan DPR-RI, seperti dikemukakan Abdulah Azwar Anas dari Komisi V yang mengatakan, dalam APBN 2006 sebesar Rp33 miliar telah dialokasikan untuk pemanfaatan aspal buton, langkah serupa juga akan dilakukan dalam tahun anggaran 2007.
Hanya saja pihaknya masih menungguk eskpose terhadap uji coba pemanfaatan aspal buton di lima wilayah di Indonesia. Apabila dari segi harga dan aspek teknik ternyata lebih menguntungkan maka alokasi untuk memanfaatkan aspal buton tahun anggaran 2007 akan diperbersar.
Menteri PU menambahkan, Indonesia merupakan penghasil aspal buton terbesar di dunia. Aspal buton sendiri merupakan campuran dari batu kapur, pasir, dan bitumen yang saat ini cadangannya mencapai 650 juta ton atau dapat memenuhi kebutuhan aspal nasional untuk 300 tahun.
Saat ini dari total kebutuhan aspal yang mencapai 1,3 juta ton per tahun, Pertamina hanya mampu menyediakan 650.000 ton, sedangkan kekurangannya terpaksa harus diimpor dari negara lain.
Padahal dari segi kualitas aspal buton lebih unggul yakni kandungan airnya sangat kecil hanya 1-2 persen dibandingkan aspal minyak yang memiliki sifat kaku (stabilitas tinggi) lebih irit untuk pelapisan 20-25 persen dibandingkan aspal minyak atau lebih cepat menempel di jalan.
Pemerintah saat ini tengah melaksanakan workshop mengenai aspek ekonomis dari aspal buton yang telah diujicoba di jalur Pantura dengan lalulintas berat seperti ruas Pasuruan - Probolinggo serta lalulintas menengah seperti di Kejayan - Purwosari (Malang Jawa Timur).
Uji coba juga dilaksanakan di Kalimantan Tengah yakni di Kampung Baru - Pomala Kolaka, Palangkaraya, serta di Kabupaten Muna Sulawesi Utara untuk uji coba teknologi cair (campuran dingin). (*/rit)