"Segera akan anda saksikan begitu banyaknya terobosan-terobosan baru yang akan dilakukan Telkom pasca integrasi KSO VII ini, antara lain jumlah sambungan baru telepon akan dilimpatgandakan dari sekitasr 1,3 juta SST saat ini menjadi sekitar 3,5 juta SST tahun 2010," kata Arwin Rasyid, Dirut PT Telkom, Tbk kepada pers di Makassar, Selasa (21/11).
Arwin yang didamping Wakil Dirut, Garuda Sudargo, Kadivre VII Telkom Makassar, Syarifuddin Saguni dan para direktur di jajaran kantopr pusat PT. Telkom itu memberikan penjelasan terkait reversal KSO VII PT. Telkom dengan PT. BSI ke PT. Telkom sesuai nota kesepahaman yang ditandatangani Dirut PT. BSI Ng Jin Hiok dan Dirut Telkom Arwin Rasyid di Jakarta 18 Oktober 2006.
Sebelum konferensi pers digelar, Arwin Rasyid memimpin apel akbar di halaman kantor Divre VII PT. Telkom di Makassar untuk menandai pengintegrasian tersebut, yang dengan itu menjadikan PT. Telkom lebih leluasa dalam mengembangkan pelayanan telekomunikasi dan informasi di KTI.
Menurut Arwin, selama KSO berjalan sejak tahun 1995, penetrasi jaringan telepon di KTI berjalan sangat lamban sehingga yang rugi adalah masyarakat dan pengembangan ekonomi di kawasan ini.
"Pertambahan sambungan baru telepon hanya tumbuh tiga sampai empat persen per tahun, menyebabkan tingkat pelayanan telepon (teledensity) di kawasan ini baru sekitar 4,04%, merupakan yang terendah di Indonesia," kata General Manager Divre VII, Syarifuddin Saguni.
Pasca integrasi ini, PT. Telkom akan menggenjot pembangunan sambungan baru telekomunikasi dengan mengalokasikan investasi sekitar Rp400 sampai Rp600 miliar setiap tahun atau 10% dari belanja investasi PT. Telkom secara nasional setiap tahun.
"Pada tahun 2010, ketika jumlah penduduk di KTI berjumlah sekitar 36 juta jiwa, sambungan telepon kabel akan tersedia sebanyak 1,4 juta SST dan nir kabel (flexi) 2,1 juta SST serta penambahan kapasitas layanan akses pita lebar (speedy) menjadi 104.000 SST," ujarnya dengan menyebutkan saat ini telepon kabel yang ada di KTI baru sekitar 950.000 SST dan flexi 385.000 SST serta layanan speedy 10.000 SST. (*/lpk)