< >

Babel Butuhkan Investor Minyak

Selasa, 21 November 2006 21:15
Kapanlagi.com - Propinsi Bangka Belitung yang memiliki cadangan minyak diselatan pulau Bangka membutuhkan investor lain untuk mengelola hasil minyak buminya, apalagi dengan terbatasnya pasokan minyak dunia hingga harga melambung.

Gubernur Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hudarni Rani, Selasa, menyatakan, daerah itu memiliki cukup banyak kandungan minyak baik darat maupun lepas pantai, tapi sebagian besar belum dilakukan eksploitasi.

Saat ini baru ada investor dari China CNNox yang melakukan eksploitasi minyak di Bangka Selatan yaitu di Sumur minyak Widuri.

Dilepas pantai propinsi serumpun sebalai itu juga memiliki kandungan minyak yang besar. Tahun 2005 lalu, Bangka Belitung mendapat bagi hasil migas sebesar Rp60 milyar termasuk bagi hasil selaku daerah daerah penghasil.

Industri minyak memerlukan proses lama mulai dari tahapan eksplorasi umum, tapi ia yakin potensi yang dimiliki Bangka Belitung cukup bagus untuk dilakukan eksploitasi.

Pihaknya sangat mendorong perusahaan nasional maupun asing memanfaatkan potensi minyak itu. Investor China yang sudah eksis itu juga merasa nyaman menanam modal di Bangka Belitung.

"Kita akan dorong masuknya investasi dan investor akan mendapat kemudahan terhadap urusan yang jadi kewenangan Pemprov," ujarnya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bangka Belitung, Amrullah Harun, menyatakan, dari hasil penggarapan minyak diwilayah Bangka Belitung itu, pemerintah daerah tahun 2006 akan mendapatkan dana bagi hasil migas sebesar Rp41,24 miliar, dengan rincian propinsi penghasil mendapat 13% dan kabupaten 3,925%.

Pihaknya berharap agar investor lain mau menggarap potensi minyak yang ada didaerah itu sementara bagi investor yang sudah produksi agar mau melaporkan aktivitas produksi serta cadangan yang ada.

"Jangan sampai dengan dalih berlindung dibalik kepentingan bisnis, daerah tidak tahu sama sekali kegiatan yang dilakukan," ujarnya. (*/lpk)